Editorial

Pesan Untuk Bupati Sumenep Waspada Pejabat Mental Cari Muka

1616
×

Pesan Untuk Bupati Sumenep Waspada Pejabat Mental Cari Muka

Sebarkan artikel ini
Pesan Untuk Bupati Sumenep Waspada Pejabat Mental Cari Muka
Sesi foto bersama Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep bersama para pejabatnya.

SuaraMadura.id – Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep baru saja selesai dilantik untuk masa periode 2025-2030 bersama 961 kepala daerah terpilih se-Indonesia.

Dalam Pelantikan yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025. Ternyata Bupati Sumenep tidak sendiri.

Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Bagian Setdakab dan Camat. Nampaknya tak mau ketinggalan ikut mengawal Pelantikan Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep tersebut.

Bagaimana tidak, prosesi pelantikan kepala daerah serentak tersebut menjadi pertama kalinya dalam sejarah. Sehingga mungkin, mungkin ya, pejabat pejabat Sumenep juga ingin menjadi bagian darinya.

Kendati begitu, Kami di sini lebih melihatnya sebagai uoaya dukungan terhadap Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep. Meski tak sedikit aktivis maupun pemerhati yang mencibir dan menilainya sebagai upaya menjilat.

Loh, apakah harus harus menggunakan bahasa sekasar itu, menjilat? Baik, akan kita perhalus sedikit bahasanya menjadi langkah mencari muka saja.

Dikarenakan, dari semua pejabat Sumenep yang ikut hadir di pelantikan itu tak semuanya berkinerja minus sehingga kurang pas rasanya jika menggunakan istilah menjilat, tetapi lebih ke cari muka.

Bukan tanpa sebab. Setelah resmi menjabat Bupati Sumenep untuk periode kedua, Achmad Fauzi Wongsojudo tentunya memilik hak prerogatif penuh untuk menunjuk siapa yang pantas menjadi komandannya di bawah.

Dan dari beberapa pejabat Sumenep yang terlihat ikut serta di pelantikan suami dari Nia Kurnia Fauzi itu, nampaknya ada juga mereka yang merasa perlu untuk lebih menunjukkan eksistensi diri. Sebab minim prestasi.

Setidaknya ada 3 pejabat Sumenep yang perlu diperhatikan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang bisa saja kehadirannya memang sebagai salah satu upaya mencari muka.

Yakni Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Disbudparpora dan Kepala Badan Pendapatan Daerah yang pada sesi foto bersama pejabat dan Bupati Sumenep, terlihat seolah menunjukkan ekspresi penuh harap dapat tetap diakui sebagai orangnya Achmad Fauzi Wongsojudo.

Padahal, hampir tidak ada prestasi yang ditunjukkan ketiganya dalam jabatannya masing-masing. Dinas Pendiikan masih bergelut dengan dugaan pemotongan dana PIP yang tak kunjung usai serta banyaknya kasus amoral yang belakangan dilakukan tenaga pendidik.

Disbudporapar, masih belum memperlihatkan tajinya dengan event yang berkelas dan berkualitas. Banyak destinasi wisata pun seperti ditampilkan apa adanya saja kepada wisatawan.

Sedangkan Badan Pendapatan Daerah terlihat belum mampu memaksimalkan potensi penerimaan daerah dengan masih adanya kebocoran dimana-mana, perforasi tiket-tiket event contohnyq. Begitu pula kegiatan yang digelarnya tak lebih hanya seremonial belaka.

Sehingga, kami merasa perlu menitipkan pesan dan harapan terhadap Bupati Sumenep agar dapat kiranya memilih dan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat di periode kedua kepemimpinanya.

Terakhir, perlu juga diajukan pertanyaan di tengah gencarnya efisiensi anggaran yang didengung-dengungkan pemerintah, tak jua menyurutkan para pejabat untuk tetap bisa berangkat ke pelantikan Bupati Sumenep. Dari manakah sumber keuangannya?

Semoga Bupati Sumenep dapat membawa Kota Keris dan masyarakatnya menuju ke arah pembangunan yang lebih baik lagi dengan tetap mengingat dan waspada. Terhadap mereka pejabat yang bermental cari muka.

Sosok Achsanul Qosasi di Mata Sahabat
Editorial

SuaraMadura.id – Penetapan tersangka Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi oleh Kejaksaan Agung kejutkan banyak…

Antara Suap dan Pemerasan
Editorial

SuaraMadura.id – Suap dan pemerasan memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama memiliki unsur janji atau bertujuan menginginkan sesuatu dari pemberian tersebut, serta…