Editorial

Sosok Achsanul Qosasi di Mata Sahabat

2315
×

Sosok Achsanul Qosasi di Mata Sahabat

Sebarkan artikel ini
Sosok Achsanul Qosasi di Mata Sahabat
Achsanul Qosasi bersama Fauzi As.

SuaraMadura.id – Penetapan tersangka Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi oleh Kejaksaan Agung kejutkan banyak pihak, termasuk para sahabat.

Salah satu dari mereka yang mengenal dekat Achsanul Qosasi, sosok inspiratif yang dikenal menyatukan dan membangkitkan Madura melalui sepakbola adalah pengusaha muda Sumenep pemilik brand Mami Muda, Fauzi As.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

Pria yang menganggap Achsanul Qosasi sebagai mentornya itu menilai kasus yang kini tengah menimpa mantan Pengurus PSSI yang memiliki panggilan akrab AQ tersebut lebih kental nuansa politisnya.

“Terus terang kita prihatin dengan musibah yang menimpa AQ, memang tidak ada manusia sempurna, Hanya saja Achsanul Qosasi ini jatuh momennya bersamaan dengan kekacauan politik nasional, ya kita berharap mudah-mudahan ini murni penegakan hukum,” ujar Fauzi As. Selasa (07/11/23).

Meskipun sebagian masyarakat menyudutkan Achsanul Qosasi dalam kasus yang menjeratnya, Fauzi As menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, sebab mereka memang tidak mengenal dekat

“Yang belum tahu AQ boleh menilai AQ sebagai apapun, tetapi jika ada teman atau tetangga yang jatuh masak hanya kita teriaki atau tambah kita maki-maki? Ya kita bantu dong, sambil lalu kita lihat jatuhnya sebab apa, jangan-jangan AQ ini jatuh karena sengaja ditabrak temannya dari belakang,” katanya.

Lebih lanjut, owner media Bagi Berita itu pun melihat kontribusi Achsanul Qosasi terhadap Madura selama ini sangatlah besar dan membekas bagi masyarakat Pulau Garam.

“AQ ini kontribusinya besar terhadap perkembangan Madura, saya mengajak kita semua membaca kembali perjalanan AQ khususnya untuk kepentingan Madura, sejak menjabat DPR RI,” tukasnya.

Contohnya, kata Fauzi As ialah keberadaan Madura United (MU) yang berkontribusi besar untuk mengangkat nama Madura pada level persepakbolaan nasional.

Dirinya menjelaskan, dengan adanya MU, Madura mulai dilihat oleh masyarakat luar sebagai daerah yang maju dan berkembang, sebagai daerah yang aman dan punya sportifitas.

“Dimana sebelumnya Madura hanya lekat dengan pemulung besi tua dan juga digambarkan sebagai tukang carok atau pedagang sate. Dan secara emosional dengan adanya Madura United itu, dari Bangkalan sampai Sumenep punya nilai kebersamaan dan soliditas yang tinggi,” ungkapnya.

Selain dunia sepakbola, ia pun melihat segi pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia masyarakat Madura juga menjadi perhatian Achsanul Qosasi. Yakni dengan mendirikan Universitas Bahaudin, atau Uniba.

“Uniba, salah satu universitas yang hari ini menjadi rujukan di Madura. Jadi kita mengajak pada semua pihak mari kita sama-sama hormati proses hukum dan do’akan yang terbaik buat AQ,” tandasnya.

Terakhir, Fauzi As menyampaikan pesan penuh arti bahwa, Achsanul Qosasi itu bukan kapitalis yang suka beli-beli tanah ratusan miliar, lalu diatasnamakan anak dan pasukannya. Entah kepada siapa pesan tersebut dimaksudkan.

Antara Suap dan Pemerasan
Editorial

SuaraMadura.id –¬†Suap dan pemerasan memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama memiliki unsur janji atau bertujuan menginginkan sesuatu dari pemberian tersebut, serta…