Mendapat jawaban seperti itu, HN lanyas bertanya lagi, “sudah selesai seperti apa? Karena saya sendiri tergabung di asosiasi tapi tidak tahu menahu,” jelasnya.
Kemudian Taufik, Kabid Diskominfo yang didesak lebih jauh mengarahkan HN agar ke Disbudporapar untuk konfirmasi mengenai wartawan yang akan mendampingi Safari Kepulauan Bupati Sumenep.
“Didasari keingintahuan akhirnya saya menemui Kadis Disbudporapar, Pak Iksan yang mengatakan bahwa mungkin Kominfo miskomunikasi, biasanya kalau Safari Kepulauan ya OPD terkait atau Pemda,” terang HN.
Baca juga: Eks Dirops PT Sumekar Line Buka-bukaan Tentang Pembelian Kapal Tongkang
Bergeser dari Disbudporapar menuju Bagian Humas Setdakab. Lagi-lagi HN mendapatkan jawaban bahwa penetapan wartawan yang ikut Safari Kepulauan Bupati Sumenep sekarang berada di Diskominfo.
“Saya akhirnya balik lagi ke Diskominfo. Sampai disana Taufik Kabid-nya bilang, lebih baik saya langsung ke Kadis saja untuk lebih jelasnya karena si Kabid ga enak yang mau menerangkan,” kata HN.
Setelah berhasil bertemu dengan Ferdian Tetrajaya Kepala Diskominfo, HN kembali menanyakan berapa orang jurnalis yang berangkat pada Safari Kepulauan Bupati Sumenep menggunakan Kapal Dharma Bahari Sumekar III.

















