SuaraMadura.id – Pemilik Bawang Mas Group tengah disorot setelah menjadi terperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Belakangan, hal tersebut dikaitkan dengan getolnya Haji Her mendorong realisasi KEK Tembakau Madura.
Diketahui, para pengusaha rokok dan tembakau, serta sederet tokoh agama maupun masyarakat di Pulau Garam sedang menggaungkan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura. Termasuk salah satunya Haji Her.
Usulan itu muncul karena potensi tembakau yang dimiliki Madura, dari petani hingga pengusaha lokal agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurut Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzzaki selama ini Madura memiliki kontribusi besar dalam industri tembakau nasional. Namun nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih terbatas.
“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun, nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kami ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya kepada Tempo. (11/03/26).
Sebagai Sultan Madura dalam bidang tembakau dan rokok lokal, Haji Her diketahui merupakan salah satu sponsor utama dalam perencanaan KEK Tembakau Madura. Mulai dari safari ke berbagai tokoh agama dan masyarakat hingga menggelar beberapa acara, termasuk Seminar Nasional.
Owner Bawang Mas Group tersebut dinilai krusial sebagai penyandang dan penggerak seluruh proses kegiatan berhubungan dengan KEK Tembakau Madura. Sehingga, dirinya yang tiba-tiba menjadi terperiksa KPK bisa saja berkaitan.
Bukan tanpa sebab, sekitar Rp 230 triliun pendapatan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT), Jawa Timur, khususnya Madura, menjadi penyumbang terbesar yakni 60% atau sekitar Rp 127 triliun.
Dari kontribusi sebesar itu, kembalinya ke masyarakat Madura dianggap masih jauh panggang dari api. Malahan ‘Gajah-Gajah’ produsen hasil tembakau yang menangguk keuntungan besar, tembakau petani dilabeli harga sekehendaknya.
Melihat ketimpangan itulah, Haji Her hadir dengan satu tujuan, petani tembakau dan pengusaha rokok lokal harus juga mendapatkan keamanan, kenyamanan dalam bekerja sehingga kesejahteraan masyarakat Pulau Madura dapat meningkat.
Oleh sebab itu dapat kiranya diduga bahwa, perencanaan KEK Tembakau Madura, dengan kehadiran sosok Haji Her di dalamnya , mungkin dianggap bisa mengganggu stabilitas permainan tembakau yang selama ini dikendalikan mereka, raksasa pabrikan rokok besar.
Dikarenakan menurut sumber internal orang dekat pada lingkaran pucuk pimpinan Bawang Mas Group yang meminta tak disebutkan namanya, diperiksanya Haji Her oleh KPK terasa janggal.
“Kalau mau dikaitkan dengan kasus Pejabat Dirjen Bea Cukai yang tertangkap juga lucu. Sebab beliau sama sekali tidak kenal, termasuk dengan pihak Blueray Cargo,” ungkapnya kala ditemui di kediamannya. Senin (13/04/26).
Namun, kaitan antara pemeriksaan KPK terhadap Haji Her dengan kegetolan mendorong KEK Tembakau Madura, kembali lagi hanya merupakan dugaan. Sebab sudah menjadi rahasia umum jika komisi anti rasuah Indonesia tersebut, diduga acapkali digunakan untuk kepentingan yang memiliki kuasa.

















