Berita

Undangan Acara Bupati Terlantar, Kesbangpol Sumenep Dinilai Bikin Malu

3188
×

Undangan Acara Bupati Terlantar, Kesbangpol Sumenep Dinilai Bikin Malu

Sebarkan artikel ini
Undangan Acara Bupati Terlantar, Kesbangpol Sumenep Dinilai Bikin Malu
Acara syukuran dan ramah tamah memperingati Kemerdekaan RI Ke-80 yang dipanitiai Kesbangpol Sumenep.

SuaraMadura.id – Kesbangpol Sumenep yang menjadi panitia acara syukuran dan ramah tamah memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI dinilai tak becus hingga puluhan undangan terlantar.

Acara yang dipanitiai Kesbangpol Sumenep tersebut dipimpin langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan ditempatkan di halaman kantor Bupati Sumenep pada Selasa, 19 Agustus 2025 jam 19.30WIB.

Selain para ASN dari lingkungan OPD dan Sekretariat Daerah Pemkab Sumenep, acara syukuran dan ramah tamah dalam rangka memperingati kemerdekaan itu juga dihadiri para undangan eksternal.

Dikemas dengan konsep lesehan, Kesbangpol Sumenep selaku panitia, diketahui mengumpulkan dan menyajikan tumpeng hasil partisipasi OPD dan Bagian Sekretariat Daerah Sumenep, sebagai konsumsi.

Di situlah sumber permasalahan timbul, Kesbangpol Sumenep selaku panitia terkesan tidak memiliki konsep yang jelas dan dinilai tak becus dalam mengadakan acara besar setingkat kabupaten.

Setidaknya puluhan undangan yang berlatar ketua dan anggota organisasi profesi, hingga  pejabat dari lingkungan Polres Sumenep, dikabarkan terlantar dan tidak mendapatkan konsumsi dari pihak panitia.

“Saya kira setelah para undangan yang diarahkan untuk mengisi buku tamu, kemudian langsung diberikan konsumsi. Ternyata tidak,” ujar IN, salah seorang anggota organisasi profesi Jurnalis yang ikut hadir. Selasa (19/08).

Ternyata, kata IN, di lokasi acara sudah tersebar nasi tumpeng di beberapa titik yang pengaturannya juga kacau. “Undangan yang hadir ribuan sedangkan hitungan saya, tumpeng yang disajikan tak sampai 50,” katanya.

Menurut IN, dengan  jumlah nasi tumpeng tersebut, jelas tidak mencukupi untuk ribuan orang yang hadir. Imbasnya, puluhan undangan yang tidak mendapatkan tempat, terpaksa tidak kebagian konsumsi.

“Padahal sengaja saya tidak makan dulu sebelum ke acara, karena pikiran saya sekelas bupati pasti dapat makan dan biasanya enak-enak. Eh tidak tahunya terkecoh saya,” sambungnya.

Selain dirinya dan anggota serta ketua organisasi profesi. Pejabat utama dari Polres Sumenep yang hadir juga turut tidak kebagian konsumsi. “Ada Pak Kadis PUTR, Pak Eri yang juga tidak kebagian makan,” tukasnya.

Selain pola penyajian konsumsi yang berantakan, tambah IN, tamu undangan yang hadir belakangan juga harus menggelar karpet sendiri untuk digunakan sebagai alas duduk, tanpa mendapat bantuan dari panitia.

Pihak Kesbangpol Sumenep yang dikonfirmasi mengaku memang tidak menyediakan konsumsi khusus di acara  syukuran dan ramah tamah memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI tersebut.

“Konsumsinya tumpeng sumbangan OPD, Camat dan Kepala Bagian sesuai surat edaran dari Bagian Umum,” terang Teguh, pegawai Kesbangpol Sumenep yang juga salah seorang panitia.

Anggaran yang disediakan Kesbangpol Sumenep, jelas Teguh, hanya untuk keperluan dekorasi panggung dan karpet yang digunakan sebagai tempat duduk para undangan.

Ditanya mengenai tidak adanya bantuan dari pihak panitia di saat para tamu undangan menggelar karpet sendiri, Teguh tak memberi jawaban pasti dan malah bertanya. “Di sebelah mana itu ya?” Tanyanya berdalih.

Apa yang ditunjukkan Kesbangpol Sumenep selaku panitia pada acara besar kelas kabupaten dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI, tentunya sangat disayangkan dan seolah menampar wajah Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang juga memimpin acara tersebut.

Dandim 0827/Sumenep Mohon Diri
Berita

SuaraMadura.id – Lepas sambut Dandim 0827/Sumenep dari Letkol Inf Yoyok Wahyudi ke Letkol Arm Bendi Wibisono tandai pergantian pucuk pimpinan…