Berita

Provinsi Madura hingga KEK, Ketua IJTI: Jangan Setengah Hati, Ini Menyangkut Nasib Madura

2221
×

Provinsi Madura hingga KEK, Ketua IJTI: Jangan Setengah Hati, Ini Menyangkut Nasib Madura

Sebarkan artikel ini
Provinsi Madura hingga KEK, Ketua IJTI: Jangan Setengah Hati, Ini Menyangkut Nasib Madura
Ketua IJTI Madura Raya, Veroz Afif.

SuaraMadura.id – Madura kembali berada di persimpangan besar sejarahnya. Beragam inisiasi pembangunan terus bermunculan, dari wacana pembentukan Provinsi Madura yang sudah bertahun-tahun digaungkan, hingga rencana terbaru menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Gerakan para tokoh, aktivis, hingga kelompok masyarakat seolah tak pernah padam, menandakan satu ikhtiar besar: membawa Madura keluar dari belenggu ketertinggalan.

Ketua IJTI Madura, Veros Afif, mengingatkan bahwa semua inisiasi besar itu tidak boleh sekadar menjadi jargon atau wacana kosong. Ada masa depan yang sedang dipertaruhkan.

“Kami menyaksikan perjalanan panjang ini. Dari wacana Provinsi Madura, hingga sekarang KEK. Jangan hanya jadi cerita yang berulang tanpa akhir. Jika memang serius, maka harus diwujudkan,” ungkapnya

Veros menyebut, semua pihak seharusnya sadar bahwa pembangunan Madura bukan sekadar proyek birokrasi, tetapi perjuangan menjaga harga diri dan martabat masyarakat Madura.

“Konsep harus matang. Regulasi harus kuat. Jangan langkah besar seperti ini diperlakukan seperti eksperimen. Ini nasib jutaan orang. Kami jurnalis televisi siap mendukung, karena kami ingin melihat Madura benar-benar bangkit,” ujarnya.

Ia kemudian menceritakan pengalaman yang membuatnya semakin yakin bahwa Madura sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Saat berkunjung ke Malaysia, Veros bertemu ratusan PMI asal Madura yang bekerja membangun gedung-gedung pencakar langit. Meski jauh dari tanah kelahiran, mereka menjadi tulang punggung keluarga, bahkan mengharumkan nama Madura dengan keahlian yang mereka miliki.

“Ratusan ribu PMI di Malaysia itu warga Madura. Mereka bekerja keras, berperan di proyek-proyek raksasa. Skil mereka bukan kaleng-kaleng. Kalau SDM saja sudah sehebat itu, masa Madura tidak bisa menjadi Provinsi atau KEK? Yang kurang hanya harmonisasi instrumen dan kemauan kolektif,” ungkapnya.

Veros menegaskan bahwa gerakan mendorong Madura sebagai Provinsi maupun KEK bukan gerakan satu dua orang, melainkan pergerakan seluruh masyarakat yang harus berdiri dalam satu barisan. Tanpa soliditas, ia khawatir Madura hanya akan menjadi tempat lahir konsep besar yang tak pernah benar-benar hidup.

“Kesampingkan ego, hentikan saling klaim. Mari bersatu. Ini momen penentuan masa depan Madura. Kalau kita lengah, generasi setelah kita yang akan menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Dengan demikian, Veros memberi pesan keras: perubahan itu nyata, tapi hanya bagi mereka yang berani memperjuangkannya bersama. (*)

Provinsi Madura hingga KEK, Ketua IJTI: Jangan Setengah Hati, Ini Menyangkut Nasib Madura
Ketua IJTI Madura Raya, Veroz Afif.
Dandim 0827/Sumenep Mohon Diri
Berita

SuaraMadura.id – Lepas sambut Dandim 0827/Sumenep dari Letkol Inf Yoyok Wahyudi ke Letkol Arm Bendi Wibisono tandai pergantian pucuk pimpinan…