SuaraMadura.id – Pria asal Sampang bernama Soleh dikabarkan menjual BBM subsidi jenis solar kepada perusahaan transportir dan supplier solar industri yakni PT Cahaya Langgeng.
Musaleh alias Soleh yang berdomisili di Dusun Oro Timur, Desa Telonta Raja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, sekaligus memiliki tempat penampungan bbm subsidi berjenis solar yang biasa disebut lapak di rumahnya tersebut.
Pada lapak milik Soleh di daerah pesisir utara Pulau Madura itu, diketahui telah tersedia tandon berukuran 1.000 liter yang digunakan untuk menampung solar hasil pembelian dari sejumlah SPBU di wilayah Madura.
Berdasarkan hasil penelusuran, solar subsidi yang telah dibeli dan ditampung Soleh tersebut dijual kepada PT Cahaya Langgeng Raya yang dijemput setiap hari menggunakan truk tangki berkedok BBM industri.
“Truk tangki Cahaya Langgeng yang berukuran 8.000 liter itu, dalam semalam bisa dua kali mengambil solar subsidi dari lapak Soleh,” ujar Ahmad Rohmat Hidayatulloh, Aktivis pemerhati hukum dan kebijakan publik. Selasa (07/01).
Praktik jual beli solar subsidi yang dilakukan Soleh kepada PT Cahaya Langgeng Raya, kata Dayat biasa ia dipanggil, terkesan aman dari pengawasan aparat penegak hukum di Kabupaten Pamekasan.
Padahal, lanjut Dayat, modus operandi yang digunakan Soleh, yang mencapai wilayah ujung timur pulau garam yaitu Kabupaten Sumenep, berhasil ditindak dan diamankan. “Barang buktinya bisa dilihat di Mapolres Sumenep,” tegasnya.
“Kami sudah melalukan investigasi mendalam mengenai Cahaya Langgeng yang sudah berubah nama berkali-kali mulai dari Pratama Langgeng Raya lalu ganti ke Bima dan kini menjadi Cahaya Langgeng,” bebernya.
Dayat melalui YLBH Madura, berjanji akan mengawal persoalan jual beli bbm subsidi jenis solar antara Soleh dengan PT Cahaya Langgeng Raya. “Kami akan segera melayangkan laporan resmi terkait hal ini dengan bukti-bukti yang telah kami himpun,” tandasnya.

















