Berita

Kejaksaan Agung Diminta Bidik, Periksa Politisi PAN Slamet Ariyadi

157
×

Kejaksaan Agung Diminta Bidik, Periksa Politisi PAN Slamet Ariyadi

Sebarkan artikel ini
Kejaksaan Agung Diminta Bidik, Periksa Politisi PAN Slamet Ariyadi
Politisi PAN Slamet Ariyadi yang diduga terlibat dalam praktik jual beli titik dapur MBG.

SuaraMadura.id – Pengembangan kasus dugaan korupsi MBG yang menjerat Kepala dan dua Wakil Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), Ketua Umum LSM Bidik meminta Kejaksaan Agung segera memeriksa Politisi PAN Slamet Ariyadi.

Diketahui, Sehari selang dicopot Presiden Prabowo Subianto, Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung atas dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025–2026 pada, Rabu petang (03/06).

Penetapan tersangka Kejaksaan Agung terhadap Kepala BGN dan wakilnya itu bermula dari temuan bukti adanya penyimpangan dan penggelembungan harga (mark up) dalam pengadaan sejumlah barang proyek MBG yang dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp1 triliun.

Selain dugaan mark up, Kejaksaan Agung juga menemukan adanya praktik jual beli titik kepada yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG melalui intervensi ke portal BGN yang melibatkan Politisi yang kini duduk di Senayan.

Oleh sebab itu, Ketua Umum LSM Bidik Didik Haryanto meminta Kejaksaan Agung segera memeriksa Slamet Ariyadi, Anggota DPR RI dari PAN yang juga berdasarkan temuan lembaganya, diduga kuat menjalankan modus operandi jualan titik dapur MBG.

“Dari hasil investigasi kami di lapangan, ada sekitar 40 titik dapur MBG hasil jual beli dengan Slamet Ariyadi dengan nominal Rp300 juta per titiknya, tinggal dikalikan saja totalnya,” beber Didik Haryanto yang ditemui di kafe di sebuah mall di Surabaya. Rabu (10/06).

Ketua Umum LSM Bidik melanjutkan,  bahwa setiap dapur MBG hasil jual beli titik itu, ditengarai wajib menyisihkan Rp1000 per porsi menu MBG yang dikelola untuk kemudian disetor ke atas. “Maka dari itu, tepat jika taksiran kerugian negara keseluruhan mencapai hampir Rp1 triliun,” ujarnya.

Didik Haryanto dan lembaga yang dipimpinnya kemudian siap membantu berkolaborasi aktif dengan Kejaksaan Agung dan menyerahkan bukti-bukti hasil penelusurannya di lapangan, guna membantu percepatan pengungkapan kasus korupsi dapur MBG tersebut.

“Kami juga menemukan indikasi ke mana saja dana hasil korupsi itu dialirkan  Slamet Riyadi. Lengkap dan valid, disertai pengakuan pengelola titik yang membeli ke Politisi PAN tersebut,” tandasnya.

Tentunya langkah yang akan dilakukan Bidik untuk mengungkap dan membantu pengungkapan kasus ini harus didukung dan dikawal bersama demi berjalannya salah satu program strategis nasional (PSN) yakni MBG, dengan transparan dan bermanfaat bagi generasi masa depan Indonesia.

2