Berita

Garis Depan, Novel Trilogi yang Hadirkan Kisah Perjuangan Hidup Prabowo

130
×

Garis Depan, Novel Trilogi yang Hadirkan Kisah Perjuangan Hidup Prabowo

Sebarkan artikel ini
Garis Depan, Novel Trilogi yang Hadirkan Kisah Perjuangan Hidup Prabowo
Cover Garis Depan, Novel Trilogi yang Hadirkan Kisah Perjuangan Hidup Prabowo.

SuaraMadura.id  – Dunia literasi di Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan geliatnya. Seorang penulis asal Kota Keris kini tengah menyiapkan sebuah proyek besar berupa novel trilogi bertajuk Garis Depan.

Bercerita tentang perjuangan seorang prajurit. Novel Garis Depan karya penulis Kota Keris itu, menyajikan sesuatu yang berbeda, tak seperti buku biografi pada umumnya.

Garis Depan dikemas dalam bentuk novel historis yang memadukan unsur perjuangan, kepemimpinan, nasionalisme, dan pergulatan batin seorang tokoh utama yang terinspirasi dari perjalanan hidup Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Penulis Kota Keris yang menggunakan nama pena A. A. Sandre mengungkapkan bahwa Garis Depan tak sekadar menceritakan medan tempur atau perjalanan militer. Akan tetapi ia berusaha menghadirkan sisi manusiawi seorang tokoh yang dihadapkan dengan pilihan-pilihan besar dalam hidupnya.

“Novel ini berbicara tentang keberanian dalam arti yang lebih luas. Bukan hanya keberanian menghadapi musuh, tetapi juga keberanian menjaga prinsip, kehormatan, dan nurani yang terinspirasi dari kisah nyata perjalanan hidup Bapak Presiden Prabowo ,” ujarnya saat ditemui di Sumenep. Minggu (07/06) malam.

Menurutnya, Garis Depan akan diterbitkan dalam tiga seri atau trilogi. Yang mana masing-masing-diantaranya akan mengisahkan fase berbeda dari perjalanan sang tokoh utama yang bernama Bowo.

Seri pertama dari novel Garis Depan menceritakan tentang perjuangan masa kecil Bowo yang sempat diasingkan keluar negeri bersama keluarganya yang akhirnya berhasil menjadi seorang prajurit dan turun langsung ke medan tempur hingga mencapai pangkat Kolonel.

Sedangkan pada seri kedua dan penutup nantinya,, akan mengisahkan lika-liku kehidupan Bowo. Sejak kembali dari peperangan yang kemudian mencapai pangkat Jenderal bintang tiga, hingga memutuskan terjun ke politik hingga mendapat mandat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dalam upaya menulis Garis Depan sampai menjadi trilogi, Penulis asli Kepulauan Sumenep itu mengaku memerlukan riset yang cukup panjang. Selain mempelajari berbagai referensi sejarah dan perjalanan militer Indonesia, penulis juga berusaha menghadirkan alur yang tetap menarik bagi pembaca umum.

“Targetnya bukan hanya pembaca yang menyukai sejarah atau dunia militer. Saya ingin novel ini bisa dinikmati oleh siapa saja karena yang ditonjolkan adalah nilai perjuangan dan kemanusiaannya,” terangnya.

Kehadiran Garis Depan menambah daftar karya yang telah dihasilkan A. A. Sandre yang sampai saat ini, tercatat telah menerbitkan lima karya dalam berbagai genre. Sejumlah tulisannya banyak mengangkat identitas lokal Madura, isu sosial, kebangsaan, serta dinamika kehidupan masyarakat.

Sementara trilogi Garis Depan masih dalam proses penyelesaian naskah yang terus berlangsung. Penulis berharap buku pertama dapat segera terbit setelah melalui tahap penyuntingan dan penyempurnaan akhir.

Mengusung tema perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada bangsa, trilogi Garis Depan diharapkan dapat jadi salah satu karya yang mampu menarik perhatian pembaca, sekaligus menambah warna baru dalam dunia pernovelan Indonesia.

2