SuaraMadura.id – Jalur perdagangan motor tanpa bukti kepemilikan resmi alias motor STNk-an di Jawa Timur khususnya di Pulau Sapudi yang termasuk bagian dari wilayah Kepulauan Sumenep, Madura, diduga semakin marak.
Pulau Sapudi yang menjadi perlintasan kapal dari Madura ke Jawa dan sebaliknya, dinilai menjadi lokasi ideal bagi jalur perdagangan motor STNK-an atau biasa disebut motor durno oleh warga setempat.
Bukan tanpa sebab peredaran motor STNK-an di Pulau Sapudi menjadi target penjualan. Selain harganya yang murah, biasanya hanya separuh dari harga yang lengkap dengan BPKB, tidak adanya razia lalu lintas juga menjadi alasan.
Menurut keterangan narasumber berinisial FF yang merupakan tokoh pemuda Pulau Sapudi, praktik penjualan motor STNK-an di daerahnya sudah berlangsung lama dan diduga kuat ada keterlibatan pihak aparat dari Polsek setempat.
“Untuk setiap motor STNK-an yang masuk ke Pulau Sapudi, Polsek mendapat jatah Rp 300 ribu dari makelar yang mengirim. Biasanya motor asal Situbondo dan Sampang yang banyak masuk,” bebernya. Rabu (05/07/25).
Jadwal kapal penyeberangan dari Madura maupun Jawa yang menuju Pulau Sapudi tiga kali dalam seminggu, lanjut FF, semakin menambah volume motor STNK-an yang beredar bebas tanpa tindakan petugas.
‘Barusan hari ini saja ada motor STNK-an yang berhasil bebas masuk ke Pulau Sapudi. Tinggal kalikan saja Rp 300 ribu per unit dikali minimal 3 unit setiap kedatangan kapal,” ujarnya.
Sementara Kapolsek Sapudi AKP Taufik Rahman yang dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan pihaknya dalam peredaran motor STNK-an yang semakin ramai di pulau yang terkenal sebagai penghasil sapi kerap terbaik itu, membantahnya.
“Tidak ada, saya belum menemukan itu. Coba nanti saya tanyakan dulu ke anggota saya. Tidak tahu kalau sebelum-sebelumnya ya,” dalih Kapolsek Sapudi yang pernah menjabat posisi yang sama di wilayah Pulau Sapeken. Rabu (05/07/26).
Tak cuma motor, mobil STNK-an juga banyak beredar bebas di Pulau Sapudi, setelah terlebih dahulu sebelumnya menyisihkan jatah untuk aparat, sebesar Rp 3 juta dari setiap unit yang didatangkan.
Selain Pulau Sapudi, daerah Kepulauan Kangean juga dikabarkan menjadi surga bagi para penjual kendaraan bermotor STNK-an termasuk pihak-pihak yang berwenang, tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Polres Sumenep yang kini telah naik status menjadi Polresta yang dipimpin Kombes Ariek Indra Sentanu.












Tidak ada Respon