BREAKING NEWS

Home / Daerah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Tidak Segan Proses Anggota Bermasalah, AJS Apresiasi Kapolresta Sumenep

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu kala bertandang ke Kantor AJS (Aliansi Jurnalis Sumekar).

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu kala bertandang ke Kantor AJS (Aliansi Jurnalis Sumekar).

suaramadura.id/ – Aliansi Jurnalis Sumekar (AJS) berikan apresiasi terhadap Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. kala sambangi kantor organisasi media yang dinahkodai Faldy Aditya tersebut.

Silaturahmi Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., ke Kantor AJS menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers di Kabupaten Sumenep.

Dalam kunjungan ke Kantor AJS, Kapolresta Sumenep hadir bersama jajaran pejabat utama utamanya yakni Wakapolresta, Kasat Narkoba, Plt Kasi Humas, KBO Intelkam, serta jajarannya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu, sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman, menyampaikan gagasan dan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Ketua AJS Faldy Aditya menyambut baik kunjungan Kapolresta Sumenep bersama jajaran. Menurut Faldy, silaturahmi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

Ia memandang kepolisian dan media mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi dapat berjalan beriringan dalam rangka penyampaian informasi yang tepat dan akurat serta bermanfaat kepada masyarakat.

“Kepolisian memiliki tugas menjaga keamanan, memberikan pelayanan dan menegakkan hukum, sedangkan pers menjalankan fungsi jurnalistik, penyampaian informasi serta kontrol sosial,” ujar Ketua AJS. Rabu (12/08/26).

Tidak lupa, Faldy Aditya pun berikan apresiasi terhadap Kapolresta Sumenep yang dinilai berani tunjukkan wajah baru dengan tidak segan memproses anggotanya yang terlibat permasalahan hukum.

“Yang mana hal ini tidak pernah ditunjukkan oleh pucuk pimpinan Kepolisian di Sumenep sebelumnya. Apa yang telah dilakukan Kapolresta Sumenep tentunya akan menambah simpati masyarakat,”

Menurut Ketua AJS, keberanian pimpinan mengambil tindakan terhadap personel yang melakukan pelanggaran merupakan bagian dari upaya menjaga marwah institusi kepolisian dari tindakan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Tidak Segan Proses Anggota Bermasalah, AJS Apresiasi Kapolresta Sumenep
Kapolresta Sumenep bersama anggota AJS (Aliansi Jurnalis Sumekar).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi dan komunikasi yang selama ini terbangun dengan AJS.

Menurut Ariek, komunikasi dengan media merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara institusi kepolisian dan masyarakat. Media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi jembatan komunikasi kepada publik.

Ariek juga berbagi sejumlah pengalaman selama menjalankan tugas di lingkungan kepolisian. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai dinamika tugas kepolisian, tantangan menjaga keamanan serta bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah membuat masyarakat semakin cepat memperoleh berbagai informasi. Kondisi tersebut menuntut semua pihak, termasuk kepolisian dan media, untuk mengedepankan ketepatan informasi dan komunikasi yang bertanggung jawab.

Kapolresta juga menekankan bahwa hubungan antara kepolisian dan media harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

Ariek menyampaikan bahwa hal-hal positif yang memang layak diketahui masyarakat tentu baik untuk disampaikan kepada publik melalui media. Dalam hal ini, media memiliki peran sebagai salah satu corong informasi kepada masyarakat.

Namun, Ariek juga memberikan penekanan mengenai bagaimana menyikapi persoalan yang masih memiliki kekurangan.

Menurutnya, ketika terdapat hal yang dinilai kurang baik, komunikasi konstruktif sebaiknya didahulukan agar persoalan tersebut dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar.

“Kalau ada hal yang baik, tentu baik untuk disampaikan ke tengah masyarakat. Media sebagai corong informasi masyarakat. Tetapi kalau ada hal yang kurang baik, dahulukan komunikasi yang konstruktif agar ada jalan keluar,” demikian pesan Ariek dalam pertemuan tersebut.

Pernyataan tersebut menunjukkan keterbukaan Kapolresta Sumenep terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, komunikasi bukan dimaksudkan untuk membatasi fungsi kontrol media, melainkan menjadi ruang untuk menyelesaikan persoalan secara proporsional.

Bagi Ariek, kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi bagi institusi kepolisian. Sebaliknya, komunikasi yang baik juga dapat membantu media mendapatkan informasi dan konteks yang lebih lengkap sebelum sebuah persoalan disampaikan kepada masyarakat.

Ditulis oleh Suara Madura

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Lihat Semua Artikel

Share :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Juga

Keluarga Raffi Ahmad. Foto: Instagram/raffinagita1717

Entertainment

Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina

Collection

Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau

Video

Dua Oknum Polisi di Riau Dicopot usai Marahi Korban Pemerkosaan
Ilustrasi kapal tenggelam Foto: Pexels

News

Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas

Foto

Foto: Upaya Digitalisasi Angkutan Umum di Bandung