Ekonomi

Warga Sapudi Riuh AMDK Merk A-Z Airnya Bau

422
×

Warga Sapudi Riuh AMDK Merk A-Z Airnya Bau

Sebarkan artikel ini
Warga Sapudi Riuh AMDK Merk A-Z Airnya Bau
Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merk A-Z. © Redaksi

SuaraMadura.id – Belakangan ini para konsumen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merk A-Z di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, kembali dibuat riuh lantaran rasanya mulai beda.

Para konsumen menilai bahwa produksi AMDK yang berada di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi itu disinyalir bau bercampur tanah.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

AMDK merk A-Z yang selalu didambakan oleh para konsumen lokal Pulau Sapudi tersebut bukan hanya kali ini mendapat respon jelek di tengah masyarakat.

Di tengah harga jualnya yang melambung tinggi, hampir setara dengan produk sejenis yang didatangkan dari Pulau Jawa, justru kualitasnya diduga semakin menurun.

Salah satu konsumen dan juga pedagang sembako Desa Pancor, Misbahul Munir menyampaikan bahwa tak sedikit masyarakat yang belanja di tokonya, mengeluhkan tentang rasa air merk A-Z yang mulai berbau.

“Banyak suara konsumen begitu. Suruh saya taruh buktinya,” ungkap pemuda yang akrab disapa Misbah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (2/7/23).

Bahkan tak hanya rasa yang bau, Misbah mengaku sempat menjumpai air merk A-Z yang diduga sudah lumutan alias kotor.

“Perlu diperhatikan, karena airnya ada yang lumutan. Banyak tempat ibadah sekarang mengkonsumsi air A-Z, itu pun masih sempat lumutan,” tambahnya.

Hal tersebut pun membuat Misbah kapok untuk menyetok terlalu banyak air kemasan merk A-Z yang terlanjur menjadi kebanggaan warga Pulau Sapudi itu.

Kemudian Misbah meminta agar ada pengawasan ketat dari pihak terkait yang membidangi dalam pengawasan produksi AMDK merk A-Z itu. “Disperindag harus tegas juga secara control dan pengawasannya,” sergahnya.

Sebab menurut dia, jika AMDK yang sudah beredar luas di kalangan masyarakat Sapudi itu tetap dibiarkan, maka akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Bahkan, saat ini pihaknya melakukan pemesanan AMDK merk OMBOEL yang merupakan hasil produksi dari Kabupaten Banyuwangi.

Sebab menurut dia, selain harga yang hampir setara dengan merk A-Z, kualitasnya juga cukup bagus dibanding dengan produk lokal yang ada.

“Kami sekarang mencoba mendatangkan Omboel, selain kualitasnya bagus, juga beramal untuk pesantren, karena air merk OMBOEL juga bagian dari produksi pesantren,” jelas Misbah.

Di sisi lain,  salah satu pengusaha air yang namanya tidak mau disebutkan menjelaskan, bahwa air berubah rasa dikarenakan kurangnya maintenance pada alat produksi yang digunakan.

“Air berbau itu biasanya kurangnya maintenance rutin pada alat-alat yang ada, terutama pada medianya. Sekelas AMDK harusnya rutuin, air isi ulang saja 2-3 kali sehari dibersihkan,” ungkapnya.

Dia menilai, bahwa air berbau itu bukan mengacu pada bahan baku yang ada. Tapi menurut dia, hal itu terjadi lebih mengarah pada alat-alat yang berada di dalam pabriknya, terutama pada alat pengolah airnya.

“Itu pengalaman yang saya temukan saat setelah bertahun-tahun berbisnis air ,” tukasnya.

Diketahui, AMDK Merk A-Z bukan sekali menula polemik dan kontroversi di masyarakat. Sebelumnya, juga pernah disoal lantaran beroperasi tanpa ijin resmi dan memalsukan SNI yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan AMDK.

Bahkan, perusahaan tersebut juga pernah dikeluhkan tentang upah buruh yang tidak sesuai dengan UMK dan  ijin IPAL yang sampai saat ini tidak jelas secara prosedural pembuangan limbah yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan.

Hingga berita ini ditayangkan, media kesulitan untuk menghubungi Direktur perusahaan AMDK merk A-Z yang berada di Pulau Sapudi tersebut.