Scroll untuk baca artikel
banner 728x250
Suara Penulis

Wajah Kekuasaan di Gersik Putih

571
×

Wajah Kekuasaan di Gersik Putih

Sebarkan artikel ini
Wajah Kekuasaan di Gersik Putih
Warga Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, melawan rencana reklamasi pantai. Foto/istimewa.

SuaraMadura.id – Hingga hari ini, warga dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, terus bersiaga untuk melawan wajah asli kekuasaan.

Jumat siang (14/4), bagi warga setempat, adalah waktu yang sungguh menguras tenaga, emosi dan menjadi ujian yang berat. Mereka harus bersitegang, adu mulut, bahkan terpaksa mengusir alat bego excavator yang beroperasi di tengah laut demi menjaga sisa kemerdekaan yang mereka miliki.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Warga, dengan tenaga seadanya, berupaya melawan rencana reklamasi pantai. Sementara kekuasaan percaya, perjuangan warga tidak perlu dilawan dengan senapan, atau ancaman licik lain yang berlebihan. Cukuplah aparat desa, kuasa hukum dan sejenis kroco lain yang melawannya.

Di pesisir pantai Tapakerbau, jelas, wajah kekuasaan tidak sejuk. Ia datang layaknya angin kencang yang tidak tahu malu. Dengan enteng, kekuasaan menafikan rasa kemanusiaan dan kemerdekaan. Sepertinya, mereka kian suka membunuh rakyat kecil secara terang-terangan.

Hingga hari ini, seluruh pemegang kekuasaan seperti satu suara. Mereka terus mem-framming seakan gejolak warga di Tapakerbau hanyalah peristiwa “lokal” dan hanya antar kerabat semata. Sungguh, framming ini telah memberi rasa kecewa.

Akhir-akhir ini, kekuasaan terkesan selalu tidak suka jika hasrat liciknya tidak tercapai. Saat rakyat merasakan kemerdekaan, tenang menjala ikan dan menangkap rajungan, itu semua dianggap ancaman bagi kekuasaan. Sungguh memalukan.

Rakyat hanya menjadi legalitas seremonial sebuah negara. Dan kekuasaan, yang memimpinnya, tampak senang sekali berbuat semena-mena.

Wajah licik kekuasaan di Tapakerbau, katanya telah dilindungi aturan. Dan jika rakyat terus melawan, ancaman demi ancaman akan terus dihembuskan. Satu di antaranya adalah ancaman hukuman, yang biasanya sulit dibeli oleh rakyat kecil kebanyakan.

Semoga warga di Tapakerbau terus mampu melawan. Salam.

NK Gapura,
Ganding, 15 April 2023

Drama Jahat, Nenek Tersangka
Suara Penulis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq (Penasehat Hukum Sri Suhartatik) KASUS dugaan SPPT PBB/NOP palsu di Polres Pamekasan yang digunakan untuk menerbitkan sertifikat…

Jenderal Yang Meresahkan
Suara Penulis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq “Jangan pernah lupa bahwa tak ada pemimpin militer yang menjadi besar tanpa keberanian”Scroll Keatas Untuk Melanjutkan. Hub…

Musuh Pengecut Jenderal Sakera
Suara Penulis

Oleh: Fauzi As  Dia hanya setan kecil yang mencoba mengirimkan kesedihan. Dia berharap Sakera bersedih. Dengan begitu, kobaran api semangat…