SUMENEP – Tragedi berdarah pada 13 Maret 2022 lalu di JL. Raya Adirasa Kolor, Kota Sumenep, Madura. Belum ada kejelasan tindak lanjutnya.
Tindakan melumpuhkan yang dilakukan Tim Resmob Polres Sumenep pada alm Herman (24), yang pada dugaan awal pihak kepolisian adalah seorang begal, dinilai berbagai pihak berlebihan.
Dikarenakan, alm Herman warga Dusun Polay Timur Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding itu tetap dihujani tembakan Tim Resmob Polres Sumenep sebanyak 15 kali meski telah terkapar tak berdaya.
Baca juga: Bukan Pukulan Wawan, Kades Sapeken Kemungkinan Melaporkan Ini
Belum juga ada pernyataan resmi dari Timsus meskipun perkara tewasnya alm Herman, di ujung pistol Tim Resmob Polres Sumenep telah menghabiskan waktu tiga bulan lebih.
Padahal, tujuan pembentukan Timsus Polres Sumenep, oleh Kapolres AKBP Rahman Wijaya. Dalam rangka membantu penyelidikan atas kasus penembakan terduga begal tersebut.
“Langsung ke Polda Jatim,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, melansir TribunMadura Jumat (20/5), ketika ditanyakan perkembangan kasus yang libatkan Tim Resmob Polres Sumenep itu.