Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Selain Perpisahan, Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV Tunjukkan Paving Sampah

230
×

Selain Perpisahan, Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV Tunjukkan Paving Sampah

Sebarkan artikel ini
Malam tasyakuran Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV. © Redaksi.

SUMENEP – Sebuah kreasi luar biasa ditunjukkan Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura, dalam rangkaian acara perpisahan Kelas VI yang berlangsung pada, Rabu (22/6).

Berlangsung sejak pagi hari, sejumlah kegiatan mengisi acara perpisahan Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV. Mulai dari Bazaar di pagi hari yang menyajikan penganan khas setempat hingga malam tasyakuran.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Dalam sambutannya di malam tasyakuran SDN Sapeken IV, Mastuki, S.Pd. M.Pd. selaku kepala sekolah menyampaikan, sebagai Sekolah Penggerak memiliki tanggung jawab memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain itu, Mastuki juga mengungkapkan rasa syukurnya dengan kelulusan seratus persen di SDN Sapeken IV. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan lebih lanjut, tidak sekedar pendidikan dasar agar kita dapat menjadi bangsa yang berkelas.

Sebelum acara malam tasyakuran dimulai ada hal menarik yang ditunjukkan Kepala Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV kepada pewarta yakni, paving blok yang terbuat dari sampah hasil kreasi peserta didiknya.

Selain Perpisahan, Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV Tunjukkan Paving Sampah
Paving blok berbahan dasar sampah hasil kreasi siswa Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV. © Redaksi.

“Ini paving blok dari sampah hasil kreasi siswa SDN Sapeken IV,” ujarnya dengan bangga sambil memperlihatkan lokasi tempat produksi dan tempat penampungan sampah plastik yang menjadi bahan daxar pembuatan paving blok. Rabu (22/6) malam.

Kemudian Kepala Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV mengungkapkan bahwasanya pihak Pemdes Sapeken mendukung dan memesan kreasi karya sekolahnya itu. “Alhamdulillah Desa Sapeken memesan paving blok buatan kami sebanyak dua puluh meter,” ungkapnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pernah menyebutkan Sekolah Penggerak memiliki guru yang berpihak kepada anak, yang mengerti bahwa setiap anak berbeda dan memiliki cara pengajaran yang berbeda.

Apa yang disampaikan Nadiem tersebut nampaknya direfleksikan secara baik oleh Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV, yang berhasil membuat peserta didiknya mengahasilkan kreasi paving blok berbahan dasar sampah.

Seyogyanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep dapat memberikan support lebih lanjut atas apa yang dihasilkan oleh Sekolah Penggerak SDN Sapeken IV dalam rangka membuat peserta didiknya berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah.