Scroll untuk baca artikel
banner 728x250
Hukum

Ricuh Demo Mafia Pupuk Sumenep, Wakapolres Soekris: Sabar Adek-adek, Sabar…

689
×

Ricuh Demo Mafia Pupuk Sumenep, Wakapolres Soekris: Sabar Adek-adek, Sabar…

Sebarkan artikel ini
Ricuh Demo Mafia Pupuk Sumenep, Wakapolres Soekris: Sabar Adek-adek, Sabar...
Wakapolres Soekris saat mengawal aksi demontrasi menuntut tangkap mafia pupuk Sumenep. © Redaksi

SuaraMadura.id –  Demo Tangkap Mafia Pupuk Sumenep berakhir ricuh, Wakapolres Soekris tak henti-hentinya ingatkan massa aksi untuk bersabar.

Sejumlah pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi melakukan demo menuntut tangkap mafia pupuk di depan Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Rabu, 5 April 2023.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Berlangsung sejak sore hari, massa aksi bertahan hingga menjelang salat tarawih. Setelah sebelumnya sempat terjadi insiden bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Ketika waktu berbuka puasa hampir tiba, berawal dari aksi dorong-dorongan, setidaknya delapan mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, demonstrasi dengan tiga tuntutan kepada pihak Polres Sumenep itu pun alhasil berlanjut hingga malam hari.

Tiga tuntutan tersebut yang pertama ialah tangkap pelaku penyelundupan pupuk 18 ton. Kedua, usut tuntas jaringan mafia pupuk di Sumenep dan terakhir yaitu copot Kasatreskrim Polres Sumenep.

Selepas adzan Maghrib berkumandang, massa aksi kemudian merangsek hingga ke depan gerbang utama Mapolres Sumenep, membuat tensi aksi mulai meninggi kembali.

Kericuhan kedua kalinya hampir saja terjadi lagi. Namun, Wakapolres Soekris yang turun langsung mendampingi aksi berkaitan dengan mafia pupuk Sumenep tersebut, berhasil meredam gejolak massa.

Terdengar teriakan Wakapolres Soekris dengan nada memohon terus mengingatkan para massa aksi untuk meredam emosi. “Sabar Adek-adek, sabar,” pinta pria berpangkat Melati Satu di pundaknya tersebut berulang-ulang.

Entah karena himbauan berulang Wakapolres Soekris atau karena energi yang sudah terkuras, para mahasiswa dan pemuda Sumenep yang menuntut pengusutan tuntas mafia pupuk, sedikit melunak.

“Boleh masuk lihat barang bukti tapi tidak semua, perwakilan saja,” tegas Wakapolres Soekris berupaya berkompromi agar massa dapat segera membubarkan diri karena waktu semakin larut.

Hingga akhirnya massa sepakat untuk membubarkan diri setelah tidak semua peserta aksi dapat melihat barang bukti hasil kejahatan penyelundupan mafia pupuk Sumenep.

Mereka kemudian berbondong-bondong menuju RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk menengok keadaan rekannya yang tengah terbaring tak berdaya akibat ulah beberapa petugas yang tak bertanggungjawab.

Tetapi para mahasiswa dan pemuda Sumenep tersebut berjanji akan kembali melakukan aksi serupa hingga tuntutan mereka agar mafia pupuk pelaku penyelundupan sebanyak 18 ton itu ditangkap.