Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Plt Kacabdin Sumenep Ngos-Ngosan, Gubernur Jatim Diminta Tetapkan Pejabat Definitif

537
×

Plt Kacabdin Sumenep Ngos-Ngosan, Gubernur Jatim Diminta Tetapkan Pejabat Definitif

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah Diminta Segera Tetapkan Kacabdin Pendidikan Sumenep Definitif
Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Kota Keris, tempat Plt Kacabdin Sumenep, Ali Afandi bertugas. © Redaksi.

SuaraMadura.id – Banyaknya permasalahan dalam pendidikan menengah atas di Kota Keris. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa diminta segera menetapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep disingkat Kacabdin Sumenep, definitif.

Dua bulan belakangan, dunia pendidikan yang menjadi wewenang Pemerintah Provinsi yakni jenjang SMA/SMK di Kabupaten Sumenep, seolah sedang diuji daya tahan dan kemampuannya dalam menghadapi masalah.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Sebut saja polemik mengenai masih terjadinya penarikan SPP oleh pihak sekolah. Padahal Gubernur Khofifah telah membuat kebijakan Program SPP Gratis bagi siswa SMA/SMK Negeri yang ada di wilayah Jawa Timur.

Tak berselang lama, kembali kisruh terjadi yang bahkan membuat sejumlah Kasek SMA/SMK Negeri di Sumenep, ketar ketir. Ketika lintas elemen masyarakat mempertanyakan pengelolaan Dana BOS yang diterima saat badai Covid-19 melanda.

Berangsur reda pertanyaan seputar Dana BOS tiba-tiba tamparan keras datang. Seorang Guru Tidak Tetap (GTT) salah satu SMAN favorit di Sumenep, cabuli siswa laki-lakinya di ruangan Tata Usaha sekolah, jelang pertengahan bulan Februari 2023.

Terkini, salah seorang Guru SMAN di wilayah Kepulauan Sumenep, menghina dan bahkan mengancam pewarta. Meskipun akhirnya berujung damai dengan sang tenaga pendidik menyadari kekeliruannya dan meminta maaf.

Seperti ingin menggenapi setumpuk persoalan dalam lingkup wewenang Pemprov tersebut, Plt Kacabdin Sumenep, Ali Afandi dianggap berlaku arogan dengan mengacuhkan permohonan audiensi resmi.

Permohonan audiensi itu diajukan Aliansi Progresif Sumenep dalam rangka menyikapi menyikapi persoalan seputar perlakuan Guru SMAN di Kepulauan Sumenep terhadap pewarta yang telah disebutkan sebelumnya.

Namun, pada hari yang ditentukan Plt Kacabdin Sumenep, Ali Afandi tak menunjukkan batang hidungnya tanpa pemberitahuan resmi terlebih dahulu, sebagaimana surat permohonan audiensi yang diajukan.

“Kami memaklumi jika jadwal seorang pejabat seperti Pak Ali Afandi, padat. Tetapi kami sesalkan pembatalan permohonan audiensi resmi yang diajukan, dilakukan tanpa pemberitahuan,” ujar Sekretaris Aliansi Progresif Sumenep, Mashudi. Sabtu (25/02/23).

Ketika dikonfirmasi terkait permohonan audiensi yang tidak dihiraukannya, Ali Afandi hanya berkirim pesan singkat. “Maaf mas, barusan saya ditelp pak Rusliy juga, bersamaan dengan sampeyan yang telpon,” ujarnya menjelaskan alasan tidak mengangkat telepon. Jumat (24/02/23).

Memang, selain menjabat pelaksana tugas Kacabdin Sumenep. Ali Afandi diketahui merupakan pejabat definitif pada posisi yang sama di Kabupaten Sampang. Membuat dirinya terpaksa membagi fokus dan bolak-balik.

Entah apa yang menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menunjuk Ali Afandi sebagai Plt Kacabdin Sumenep. Mungkin awalnya ia dianggap mampu.

Tetapi fakta dan kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Menahkodai dua kapal sekaligus, Ali Afandi terlihat kerepotan dan belum bisa menguasai gelombang.

Atas pertimbangan tersebut, Aliansi Progresif Sumenep akan berkorespondensi kepada Khofifah Indar parawansa. “Kami akan berkirim surat resmi kepada Gubernur Jatim, meminta segera ditetapkan Kacabdin Sumenep definitif yang mampu dan berkualitas,” ungkap Mashudi.

Pria asli Kepulauan Raas itu berharap permintaan tersebut dapat segera direspon Gubernur Jatim. “Demi keberlangsungan kualitas pendidikan SMA/SMK yang sehat dan berdaya saing unggul, bukan macam ayam petelur,” sindirnya.

Terakhir ia menambahkan, masih lebih baik kinerja Kacabdin Sumenep sebelumnya yang disingkirkan akibat keseleo lidah. “Ketimbang pelaksana tugas yang kehabisan energi dan ngos-ngosan, sampai mengacuhkan permohonan audiensi yang kami ajukan,” ketusnya.