Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Persepsi Publik Terhadap Kemampuan Para Calon Direksi PD Sumekar

316
×

Persepsi Publik Terhadap Kemampuan Para Calon Direksi PD Sumekar

Sebarkan artikel ini
Persepsi Publik Terhadap Kemampuan Para Calon Direksi PD Sumekar
Para calon Direksi PD Sumekar. (Kiri-Kanan) Hendri Kurniawan, Bambang Supratman dan Abd Rahem.

SuaraMadura.id – Persepsi perwakilan masyarakat Kota Keris mengenai kemampuan ketiga orang calon Direksi PD Sumekar muncul beragam. Pengalaman di dunia usaha dianggap bernilai lebih dalam memimpin perusahaan daerah yang kerap merugi itu.

Harapan masyarakat Sumenep sempat menggeliat dengan pola seleksi terbuka bagi calon Direksi PD Sumekar. Tapi kemudian hal itu tak berlangsung lama, berganti apatis kembali.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Sebab, meskipun proses seleksi belum usai. Ramai beredar bahwasanya keseluruhan tahapan dalam memilih Direksi PD Sumekar tak ubahnya seremonial belaka. Sebab santer terdengar sesungguhnya ‘restu‘ telah dikantongi salah satu calon.

Bagaimana tingkat kepercayaan khalayak ramai kepada tiga orang tersisa sebagai calon Direksi PD Sumekar, terlepas dari rekomendasi bupati yang entah akan turun ke siapa.

Ketiga orang tersebut ialah, Bambang Supratman, Hendri Kurniawan dan Abd Rahem. Hanya satu yang akan ditetapkan sebagai pucuk pimpinan PD Sumekar.

Alyatin, aktivis senior yang tenar dengan ketegasan dan kritikan tajamnya jadi pilihan sebagai narasumber. Mengingat, ketiga calon pernah bersentuhan dengan fungsi kontrol terhadap kebijakan publik di Sumenep.

“Kalau Bambang saya kira mampu untuk memimpin PD Sumekar dengan pengalamannya malang melintang di dunia aktivis. Walaupun begitu, Bambang masih harus belajar lagi karena belum pernah memimpin perusahaan besar sekelas PD Sumekar,” ujar Aliyatin, Sabtu (17/12).

Dikarenakan, lanjut Alyatin, sudah menjadi rahasia umum jika PD Sumekar seringkali merugi. “Artinya ada salah tata kelola disitu. Sehingga dibutuhkan orang yang mengerti manajemen bisnis seperti, leadership dan pengelolaan keuangan mumpuni,” tegasnya.

“Berbicara pengalaman bisnis, menurut saya Hendri yang seorang pengusaha tambak lebih pantas dikedepankan, pengalamannya sebagai pengusaha tambak terbilang cukup sukses,” tukas Alyatin yang kini juga menjabat sebagai field support HCML.

Ditanyakan terkait faktor kedekatan calon Direksi PD Sumekar dengan bupati dapat menjadi penentu keterpilihan antara satu dan lainnya, Alyatin dengan lugas menyampaikan bahwasanya baik Bambang, Hendri dan Abd Rahem sama-sama dekat.

Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Hukum, Rousi Samorano melalui tulisannya di media online Forum Kota edisi 6 Desember 2022 sempat membahas tentang kedekatan para calon Direksi PD Sumekar dengan bupati.

“Saya mencoba tracing dari ketiga kandidat itu siapa yang paling “dekat” dengan Bupati. Ternyata semua kandidat dekat dengan Bupati.

Kemudian kadar tingkat kedekatannya seperti apa? Saya tidak bisa menakar standar kedekatan itu. Karena saya sedikit faham bahwa “dekat” itu tidak selalu harus bertemu dengan Bupati tidak selalu harus bersama Bupati tidak selalu ditelepon oleh Bupati, jadi agak sulit menilai kwalitas kedekatan ini.

Intinya dari ketiga kandidat yang ada semua dekat tentu sesuai kadar kepentingannya masing-masing.” tuang Rousi Samorano di tulisannya tersebut.

Narasumber berikutnya yang diminta komentarnya tentang kemampuan para calon Direksi PD Sumekar adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Sumenep.

“Terus terang saya berharap pengelolaan PD Sumekar di tangan Direksi baru nantinya dapat lebih profesional. Utamanya pada ketepatan waktu pendistribusian beras dari TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai, red),” kata ASN Sumenep berinisial JR. Sabtu (17/12).

Sebab, ungkap JR, pendistribusian beras PD Sumekar bersumber dana dari pemotongan tiap bulan TPP ASN Sumenep, yang berjumlah lebih dari 5000 pegawai tersebut acapkali terlambat. Meskipun penghasilan tambahan mereka tak pernah telat dipotong setiap bulannya.