Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep

1589
×

Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep

Sebarkan artikel ini
Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep
Gambar ilustrasi: Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep. © Redaksi.

SUMENEP – Perum Perhutani KPH Madura mengaku telah melapor ke pihak berwajib atas peristiwa rubuhnya pohon yang berada di kawasan Lingkar Utara. Namun hal itu dibantah oleh Polsek Kota Sumenep.

Laporan ke pihak kepolisian yang katanya telah dilakukan Perhutani KPH Madura, untuk menyikapi gundulnya pohon yang berada di Lingkar Utara, Kota Sumenep karena roboh akibat alat berat, bukan karena ditebang ataupun sengaja dirobohkan.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

ADM Perhutani KPH Madura, Kelik Djatmiko menyampaikan bahwa peristiwa robohnya pohon kepunyaan Perhutani di wilayah Lingkar Utara itu juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Sirkuit Motocross Lingkar Utara Ambyar, Perhutani KPH Madura Sudah Lapor Polisi

“Langsung kami laporkan ke Polsek Kota,” ungkap Kelik Djatmiko, Selasa (10/5). Tetapi ADM Perhutani KPH Madura itu tidak bisa menunjukkan surat tanda bukti lapor, jika pihaknya memang telah mengambil langkah tersebut.

Tentunya, alasan yang disampaikan ADM Perum Perhutani KPH Madura, Kelik Djatmiko yang terkesan mengada-ada ditambah ia tak dapat memperlihatkan bukti tanda terima laporan dari Polsek Kota Sumenep, menimbulkan tanda tanya.

Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep
Laporan Polisi. Foto/Ilustrasi.

Sementara Polsek Kota yang dihubungi guna konfirmasi terkait pelaporan yang katanya telah dilakukan Perhutani KPH Madura, terkait robohnya pohon di kawasan hutan Lingkar Utara Kota Sumenep, membantah.

“Tidak ada laporan dari Perhutani masalah kawasan hutan di Lingkar Utara,” tegas sumber kami di Polsek Kota Sumenep, melalui sambungan seluler pada, Selasa (24/5).

Sontak apa yang disampaikan sumber di Polsek Kota Sumenep, dan juga mencermati dalih yang dikemukakan Perhutani KPH Madura bahwasanya pohon yang berada di kawasan Lingkar Utara Kota Sumenep, tumbang karena alat berat memicu tanda tanya.

Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep
Kawasan Perhutani KPH Madura di Lingkar Utara, Kota Sumenep, Madura. © Redaksi.

Dikarenakan, sejumlah bukti dan petunjuk yang mengarah kepada gundulnya sebagian besar pohon milik Perhutani KPH Madura di kawasan Lingkar Utara, terlihat jelas akibat adanya faktor kesengajaan yang dilakukan.

Apakah karena investor sirkuit motocross di Lingkar Utara yang menurut keterangan Kelik Djatmiko, adalah Sehe Sabettane milik BA (inisial) anggota DPRD Kabupaten Sumenep. Sehingga membuat Perhutani KPH Madura tidak serius menyikapi kegiatan tanpa ijin di lahannya tersebut.

Selain Sehe Sabettane, dari keterangan narasumber yang menolak disebutkan identitasnya, ada juga peran dari VR (inisial) salah satu Asisten Tenaga Ahli Bupati Sumenep, dalam upaya meredam pemberitaan seputar kegiatan ilegal di Lingkar Utara itu.

Baca juga: Suguhan Program ABS Kala Menparekraf Sandiaga Uno ke Sumenep

“Kemarin pas mulai ramai tentang sirkuit motocross itu, VR yang melakukan komunikasi dengan rekan wartawan dan LSM yang menyoroti masalah kegiatan ilegal di lahan Perhutani itu,” ungkapnya, Selasa (24/5).

Perhutani KPH Madura Sebut Sehe Sabettane, Ada Juga Asisten TA Bupati Sumenep
Kawasan Perhutani KPH Madura di Lingkar Utara, Kota Sumenep, Madura. © Redaksi.

Bahkan menurut penjelasan narasumber, VR yang juga adalah Asisten Tenaga Ahli Bupati Sumenep, sempat memberikan sejumlah dana kepada wartawan dan LSM yang awalnya fokus terhadap kegiatan di Lingkar Utara, agar beralih perhatian.

Upaya konfirmasi, baik kepada BA dan VR demi keberimbangan produk karya jurnalistik, masih belum dapat dilakukan karena keterbatasan akses.

Patut diduga permasalahan rusaknya lahan Perhutani KPH Madura akibat kegiatan yang dilakukan tanpa ijin, akan menguap begitu saja. Oleh sebab, bersinggungan dengan orang-orang di seputaran kekuasaan.