Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Perawat Cantik Sumenep Ini Sudah 5 Bulan Bolos

609
×

Perawat Cantik Sumenep Ini Sudah 5 Bulan Bolos

Sebarkan artikel ini

SuaraMadura.id – Perawat berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Puskesmas Kecamatan Nonggunong, Sumenep, Madura, diduga bolos ngantor alias tidak menjalankan tugasnya sebagai PNS di Pulau Sapudi selama kurang lebih 5 bulan.

Diketahui perawat berparas cantik tersebut berinisial DN. Ia merupakan warga asal daratan Kabupaten Sumenep yang berdinas di Puskesmas atau Faskes Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Nonggunong sejak tahun 2018.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh salah satu perawat senior FKTP Nonggunong bahwa DN sudah lama tidak masuk, dengan alasan mengambil cuti lantaran hamil tua dan mau melahirkan.

Kabar DN mengambil cuti, yakni sejak tahun 2021, namun hingga detik ini belum diketahui pasti berapa bulan DN memutuskan waktu cuti tersebut.

Informasinya Maret 2022 adalah tenggat waktu cuti DN, PNS cantik itu habis dan diwajibkan untuk masuk kantor kembali.

Anehnya, meskipun DN dikabarkan sudah melahirkan pada tahun 2021, sampai detik ini dia tak kunjung melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara di Pulau Sapudi.

DN terlihat datang saat peresmian FKTP Nonggunong, untuk menyambut kedatangan Bupati Sumenep yang hendak meresmikan gedung baru tersebut pada bulan Maret 2022. Saat itu, DN nampak menggendong anaknya.

Tak berselang lama Bupati kembali ke Sumenep, DN juga tak lagi terlihat melaksanakan tugasnya sebagai pegawai negeri di FKTP Nonggunong.

Walaupun jadwal piket harian DN sudah tertera di FKTP Nonggunong, namun tak diketahui siapa yang menggantikan tugasnya. Termasuk siapa yang mengisi absensinya yang dikabarkan terisi penuh.

Sementara Kepala Puskesmas Nonggunong, Arovah Bahtiar Rahman menyampaikan bahwa alasan DN tak masuk kantor lantaran mengambil cuti saat hamil.

“Saat saya masuk menjadi Kapus di PKM (Puskesmas, red) Nonggunong, DN sudah mengambil cuti hamil, kalau tidak salah cutinya sampai bulan Maret,” ucapnya, Minggu, (4/9).

Berarti hingga saat ini, DN tercatat sekitar 5 bulan tidak masuk kantor dan tidak mengisi absensi sebagai PNS di FKTP Nonggunong.

Arovah sapaan akrabnya mengaku sudah melakukan peneguran. Bahkan dia meminta agar DN dipanggil oleh KTU (Kepala Tata Usaha) FKTP Nonggunong selaku bidang yang mengurusi kepegawaian.

“Saya sudah melakukan peneguran secara lisan, kalau secara tertulis, sudah saya suruh panggil ke KTU,” ujarnya.

Saat kembali disinggung siapa yang bertanggung jawab dalam mengisi absensinya, selama 5 bulan tidak masuk. Arofah justru mengarahkan klarifikasi persoalan tersebut kepada KTU FKTP Nonggunong.

“Coba lebih jelasnya tanyakan sama Bambang, (KTU FKTP Nonggunong, red),” pungkasnya.

Sementara KTU Nonggunong, Bambang mengaku tak pernah ada konfirmasi dari Kapus Nonggunong terkait dengan persoalan dugaan bolosnya DN, sang perawat.

“Sampai saat ini tidak ada konfirmasi dari Kapus,” katanya, melalui telepon selularnya.

Mengingat Bambang ialah pihak yang berwenang dalam memberikan teguran terkait dengan kepegawaian. Pertanyaan pun mengarah kepada siapa yang mengisi absensi DN yang terisi penuh.

Namun Bambang terkesan menutupi dan mengalihkannya. “Saya kembalikan lagi ke Kapus, kebijakan semuanya di Kapus, mau ditindak atau tidak semuanya ada di Kapus,” sergahnya.

Pernyataan KTU FKTP Nonggunong dan Kapus berujung saling lempar tanggung jawab, bahkan keduanya disinyalir cenderung melindungi DN, PNS yang sudah lama bolos tersebut.

Padahal, Bupati Sumenep mengupayakan agar seluruh jajaran ASN meliputi Tenaga Kontrak dan PNS di lingkungan Pemkab Sumenep, harus memaksimalkan pelayanan terbaik. Salah satunya di lingkungan kesehatan.

Hingga berita ini ditayangkan DN, perawat cantik yang berstatus PNS di FKTP Nonggunong, tak merespon konfirmasi yang dilakukan.

Akal-akalan Dinkes Sumenep
Kesehatan

SuaraMadura.id – Dinkes Sumenep dinilai melakukan akal-akalan untuk asisten apoteker Puskesmas Gayam yang baru tiga tahun jadi PNS agar bisa…