Wisata

Penggiat Keris Sumenep: Desa Wisata Aengtongtong Bisa Maju Kalau Masyarakatnya Rukun

729
×

Penggiat Keris Sumenep: Desa Wisata Aengtongtong Bisa Maju Kalau Masyarakatnya Rukun

Sebarkan artikel ini
Penggiat Keris Sumenep: Desa Wisata Aengtongtong Bisa Maju Kalau Masyarakatnya Rukun
Ketua Paguyuban Keris Panji Jokotole, Syaiful Anwar. Foto/Anwar.

SuaraMadura.id – Salah satu penggiat keris Sumenep, menilai Aengtongtong tidak mampu memikul beban sendirian sebagai salah satu juara Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Sebagai salah satu pemuda yang konsen dengan budaya Sumenep, Syaiful anwar Ketua Paguyuban Keris Panji Jokotole memang dikenal sebagai pecinta keris. Bahkan selalu membawa pusaka tersebut kemanapun dia pergi.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

Menanggapi persoalan kondisi Galeri Keris Desa Aengtongtong yang memprihatinkan sebagaimana diberitakan sebelumnya, pria yang gemar koleksi berbagai macam pusaka itu pun angkat bicara.

Menurut Anwar, Aengtongtong sudah seringkali menyabet penghargaan. Namun katanya, kondisi di lapangan jauh panggang dari api alias tidak seperti apa yang digembar-gemborkan.

“Sekarang kalau kita ke Galeri Keris Aengtongtong, kita mau lihat apa? Mau lihat etalase yang kosong, atau ruangan yang kosong,” keluh Anwar yang selalu terlihat santai bersarung itu. Jumat (11/07/23).

Seharusnya ketika bernama galeri, kata Anwar, apalagi di satu desa yang menamakan dirinya desa wisata keris harus lengkap terisi segala macam hal yang berhubungan dengan apa yang diklaim tersebut.

Ia juga menilai Kepala Desa Aengtongtong terlihat tidak mampu memikul beban sebagai desa wisata keris sehingga peran serta desa lain yang juga dikenal memiliki pengrajin keris, diharapkan.

“Harus merangkul desa lain seperti Desa Palongan, Desa Aengbaja atau mungkin Desa Sera yang memang juga banyak pengrajin keris dan meranggi,” papar Anwar.

Ia melanjutkan, kalau kesemua desa yang juga memiliki pengrajin keris bisa jadi satu kesatuan, dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BuMDesMa), akan jauh lebih baik ketimbang Aengtongtong sendirian.

Kemudian ia berharap Aengtongtong dapat seperti desa wisata lain. “Seperti di Sade. Kemudian Ratenggaro yang terakhir saya ke sana itu, masyarakatnya guyub, rukun. Mereka semua bersatu,” kenangnya.

Terakhir, Anwar kembali menekankan bahwa desa wisata yang bangkit yang maju dan mandiri adalah desa wisata yang bersatu masyarakatnya. “Tidak ada blok barat blok timur. Tidak ada perang dingin seperti Amerika dan Rusia,” sindirnya.

Apa yang disampaikan Anwar itu tentunya merujuk kepada situasi dan kondisi kini. Dimana Kades terpilih, Dirfan nampak tak bisa merangkul mereka yang dari awal berpeluh mempromosikan keris Aengtongtong.

“Pusaka keris ini tentang kebudayaan, benda budaya. sehingga jangan sampai pemegangnya orang yang tidak berbudaya,” pesan Ketua Paguyuban Keris Panji Jokotole, Syaiful Anwar.