Hukum

Pelapor TKD Bumi Sumekar Disandung Kasus Dugaan Tipu Gelap

4038
×

Pelapor TKD Bumi Sumekar Disandung Kasus Dugaan Tipu Gelap

Sebarkan artikel ini
Pelapor TKD Bumi Sumekar Disandung Kasus Dugaan Tipu Gelap
Moh. Sidik, Pelapof Pelapor TKD Bumi Sumekar yang kini disandung kasus dugaan Tipu Gelap. Foto/Portal Madura.

SuaraMadura.id | Sumenep – Pelapor persoalan tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Perumahan Bumi Sumekar, dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Diketahui sebelumnya, Moh. Sidik melaporkan H. Sugianto ke Polda Jatim dalam persoalan tukar guling TKD antara Perumahan Bumi Sumekar Asri (BSA) dengan Desa Kolor, Desa Talango dan Desa Cabbiya pada tahun 2015 silam.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

Namun muncul kabar terkini yang mengejutkan bahwasanya Moh. Sidik telah dilaporkan oleh H. Sugianto ke Polres Sumenep pada Selasa, 9 Januari 2023 atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan alias tipu gelap.

Menurut Kuasa Hukum H. Sugianto, Sulaisi Abdurrazaq, laporan pidana terhadap Moh. Sidik bukan merupakan respon dari kekalahan kliennya di sidang Pra Peradilan kemarin.

“Melainkan upaya untuk mengungkapkan ke ruang publik latar belakang terjadinya pelaporan, yaitu sebelum tahun 2015. Ternyata pelapor itu bukan pahlawan, melainkan terduga penjahat,” ujar Sulaisi Abdurrazaq, Rabu (10/01/23).

Lanjut Sulaisi, pada tahun 2013 MS menjanjikan proyek senilai 3 miliar yang bersumber dari APBD Sumenep. “Ternyata proyek itu tidak ada sementara Moh. Sidik telah menerima DP sepuluh persen,” ungkapnya.

“Tetapi karena H. Sugianto tidak mampu, hanya membayar 250 juta. 10 juta ditransfer, sisa 240 jutanya berbentuk mobil Honda Civic tahun 2009,” jelasnya.

Sementara Moh. Sidik yang dikonfirmasi pewarta mengenai adanya pelaporan HS terhadap dirinya mengatakan, setiap orang memiliki hak untuk melaporkan seseorang.

“Semua orang punya hak untuk melaporkan, itu semua terserah Penyidik. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah laporan itu sudah memenuhi unsur atau tidak, yang penting harus punya dua alat bukti yang cukup,” tandasnya.