Scroll untuk baca artikel
Berita

PC IPNU & IPPNU Sampang Gelar Ngopi dan Ngaji Manuskrip, KH. Habibullah: Manuskrip Harta Berharga.

205
×

PC IPNU & IPPNU Sampang Gelar Ngopi dan Ngaji Manuskrip, KH. Habibullah: Manuskrip Harta Berharga.

Sebarkan artikel ini
PC IPNU & IPPNU Sampang Gelar Ngopi dan Ngaji Manuskrip, KH. Habibullah: Manuskrip Harta Berharga.
IPNU dan IPPNU saat menggelar ngopi bareng dan ngaji manuskrip. (Foto/Mat Jusi).

SuaraMadura.id | Sampang – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sampang bersama Madura Heritage sukses gelar Ngopi dan Ngaji Manuskrip.

Acara dengan tema “Membaca Kekayaan Khazanah & Jaringan Karya Ulama Madura” tersebut bertempat di Cafe Maksideh yang beralamat di Jalan Trunojoyo No. 60 Sampang, dihadir KH. Habibullah dan Gus Nuris sebagai narasumber.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Nampak hadir juga Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sampang, anggota dan kader IPNU IPPNU Sampang, sahabat-sahabat Ansor dan pegiat sejarah di Kabupaten Sampang.

Abdur Rohman Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Sampang Mengatakan, sebagai generasi yang hidup dalam serba digital menganggap sangat penting kegiatan ngopi dan ngaji manuskrip.

“Karena khawatir sejarah-sejarah yang telah diukir oleh para pendahulu itu terkikis oleh zaman yang serba digital seperti ini sekarang ini,” katanya. Kamis (21/09/23).

Sebagai Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Sampang, Abdur Rohman mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berkenan meluangkan waktunya.

“Serta mau membagi wawasan serta ilmu pengetahuan kepada kami para pelajar Nahdlatul Ulama, generasi penerus perjuangan para kyai,” pungkasnya.

Sementara, pendiri Perpustakaan Islam Raden Umro di Pamekasan Kyai Haji Habibullah mempertegas bahwa manuskrip-manuskrip ini adalah harta berharga yang harus dilestarikan dengan baik.

Dirinya menekankan pentingnya merawat dan memahami manuskrip peninggalan ulama Madura untuk generasi muda.

“Digitalisasi manuskrip merupakan langkah yang penting agar warisan ini tetap terjaga, tetapi dibutuhkan juga dukungan struktural dari pemerintah agar upaya pelestarian ini dapat berjalan dengan lebih terstruktur,” tandasnya.