Layanan Publik

Pagerungan Kecil Berburu Listrik 24 Jam, Pemkab Sumenep Ditodong!

156
×

Pagerungan Kecil Berburu Listrik 24 Jam, Pemkab Sumenep Ditodong!

Sebarkan artikel ini
Berburu Listrk 24 Jam di Pagerungan Kecil, Pemkab Sumenep Ditodong
Audiensi Aliansi Progresif Sumenep bersama Pemdes serta tokoh masyarakat Desa Pagerungan Kecil, Sumenep, Madura, di Kantor Sekretariat Daerah Sumenep. © Redaksi.

SuaraMadura.id – Audiensi Aliansi Progresif Sumenep bersama dengan Pemdes dan tokoh masyarakat Pagerungan Kecil mengenai persoalan ketersediaan listrik 24 jam, yang berlangsung di ruang rapat Arya Wiraraja, Kantor Sekretariat Daerah Sumenep, berlangsung panas.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sumenep, Erwan Utomo sebagai fasilitator audiensi turut mengundang perwakilan dari PLN UP3 Pamekasan, Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI), Husky CNOOC Madura Limited (HCML) serta DPMD setempat.

Dalam sambutannya, Iwan panggilan akrab Kabag Perekonomian mengatakan bahwasanya ia bisa merasakan kesulitan mengakses listrik yang dialami masyarakat Pagerungan Kecil.

Aliansi Progresif Sumenep melalui Faldy Aditya membuka pemaparan materi audiensi seputar permasalahan Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura, yang hingga kini belum teraliri listrik sempurna meskipun kaya Migas.

Lebih lanjut Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman menerangkan, pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) milik PLN di desanya hanya mampu mengalirkan listrik 2 jam saja per hari. Satu jam pada siang hari dan sejam berikutnya di malam hari.

“Sebelumnya kita sudah beberapa kali menyalurkan aspirasi tentang kondisi di Pagerungan Kecil, termasuk bersuratan yang hingga kini tidak ada kejelasannya,” terang Halilurahman. Rabu (19/10).

Ustad Bahri asal Desa Pagerungan Kecil menambahkan, kini kondisi kegiatan sehari-hari pulau kaya Migas itu praktis lumpuh setelah tidak beroperasinya PLTD milik BUMDES akibat kenaikan harga BBM.

Menanggapi hal tersebut pihak PLN menjelaskan, tuntutan listrik 24 jam di Pulau Pagerungan Kecil pada aksi damai, Sabtu 15 Oktober 2022 telah menjadi atensi direksi yang langsung mengadakan video conference di malam harinya.

“Malam itu juga jajaran direksi PLN pusat meminta kami memaparkan situasi dan kondisi listrik di Pagerungan Kecil, dan akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut,” ujar Dayat dari UP3 Pamekasan.

Tensi audiensi meningkat setelah salah satu koordinator Aliansi Progresif Sumenep, Suyitno memberi pertanyaan kepada pihak KEI selaku perusahaan Migas yang sudah beroperasi di Pagerungan Kecil selama kurang lebih 30 tahun.

“Apakah KEI tidak bisa memberikan solusi kebutuhan listrik 24:jam di Pagerungan Kecil. Jangan hanya mau menyedot gas nya saja,” pancing aktivits muda Giligenting yang concern menyoroti persoalan Migas di Sumenep.

Kemudian, Bendahara Desa Pagerungan Kecil, Abdul Rahim dengan suara bergetar menahan emosi, meminta kepada PLN dan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan pulau tempatnya dilahirkan sebagai prioritas.

“Sudah 30 tahun pulau kami memberikan sumbangsih energi utnuk negeri, tetapi hingga kini Pagerungan Kecil tetap dalam kegelapan. Saya disini lebih meminta agar Pemkab Sumenep dan PLN segera mewujudkan listik 24 jam,” tegasnya.

Atau dengan sangat terpaksa, imbuh Abdul Rahim, masyarakat Pagerungan Kecil akan mengambil langkah besar yang diperlukan guna mewujudkan keinginan mereka akan listrik 24 jam.

Di penghujung audiensi, Kabag Perekonomian menegaskan pihaknya akan meneruskan tuntutan listrik 24 jam di Pagerungan Kecil kepada Bupati dan juga mendorong PLN.segera merealisasikannya.