Scroll untuk baca artikel
Sosial

Nenek Penderita Stroke di Banyuates Sampang, Terdaftar Namun Tak Pernah Terima Bansos

1042
×

Nenek Penderita Stroke di Banyuates Sampang, Terdaftar Namun Tak Pernah Terima Bansos

Sebarkan artikel ini
Nenek Penderita Stroke di Banyuates Sampang, Terdaftar Namun Tak Pernah Terima Bansos
Nenek Sunarti yang terdaftar sebagai penerima namun tak pernah terima Bansos, bersama keponakannya Rustina. Foto/Mat Jusi.

SuaraMadura.id | Sampang – Namanya nenek Sunarti, seorang lansia yang tidak punya keluarga dan tidak punya tempat tinggal yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) namun tak pernah menerima.

Nenek Sunarti yang berusia 60 tahun kini tinggal di rumah keponakannya di Dusun Tlagah Barat, Kecamatan Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Diketahui, sudah beberapa bulan ini, nenek Sunarti mengalami sakit stroke, dan hanya satu kali berobat ke pelayanan kesehatan lantaran tidak punya biaya. Saat ini nenek Sunarti hanya bisa berbaring lemah di tempat tidurnya.

Hal ini disampaikan Nenek Sunarti dan keponakannya Rustina, sekaligus orang yang merawatnya saat Lembaga Perlindungan Konsumen Madura Asli (LPKMA) dan pewarta mendatangi kediamannya.

“Saya tidak pernah menerima bantuan apapun pak” ungkap Sunarti sembari tiduran dilantai. Selasa, (05/12/23).

Hal senada juga di sampaikan oleh Rustina, “Nenek Sunarti ini tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali mas, baik bantuan dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten. Yang namanya PKH atau BPNT nenek Sunarti ini tidak pernah memperolehnya,” katanya.

Padahal, tutur Rustina, nenek Sunarti ini sudah seringkali difoto, namun tidak pernah menerima bantuan.

“Bahkan, sering difoto oleh perangkat desa, katanya mau diajukan bedah rumah. Tapi sampai sekarang nenek Sunarti tidak pernah merasakan bantuan tersebut,” ujarnya dengan rasa kecewa.

Diceritakannya, sudah beberapa hari ini nenek Sunarti dalam kondisi sakit dan hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur dan di ruang tamu.

”Saya tidak punya uang untuk membawa nenek saya ini berobat ke rumah sakit, untuk makan saja kami ini susah,” tutur Rustina sedih.

Sementara, Musyaffak Ketua LPKMA Cabang Sampang mengatakan, sangat prihatin kepada nenek Sunarti karena tidak pernah merasakan nikmatnya bantuan.

“Awalnya, kami hanya menerima aduan masyarakat, kalau di Dusun Tlagah Barat, Desa Tlagah banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang menjerit kartu atm-nya di blokir dan ada KPM yang tidak pernah menerima haknya,” bebernya kepada media ini.

Ia juga menyampaikan, saat dirinya turun kelapangan, ia menemukan lansia yang mempunyai penyakit stroke dan tidak punya tempat tinggal. Bahkan dia mengaku tidak pernah menerima bantuan.

“Akhirnya, kami mencoba mengecek data nenek Sunarti ini apa betul dia tidak terdaftar atau bukan orang yang berhak menerima bantuan. Ternyata, ketika dicek nenek Sunarti ini terdaftar sebagai penerima bantuan sosial,” terangnya.

Namun ternyata nenek Sunarti tidak pernah menerima bantuannya. Lantas siapa yang telah mengambil haknya, “kemana peran Pendamping PKH, BPNT dan Pemerintah Desa setempat. Kami berharap semoga pihak terkait segera terketuk hatinya untuk bisa membantu nenek Sunarti,” tandasnya.