Wisata

Mirisnya Kondisi Aengtongtong Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia

774
×

Mirisnya Kondisi Aengtongtong Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia

Sebarkan artikel ini
Mirisnya Kondisi Aengtongtong Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia
Galeri Keris Desa Aengtongtong. © Redaksi.

SuaraMadura.id – Kondisi memprihatinkan salah satu pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022, Desa Aengtongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura.

Desa Aengtongtong sempat menjadi asa kebangkitan pariwisata Sumenep yang menamakan diri sebagai Kota Keris, ketika sukses menyabet salah satu juara pada gelaran ADWI 2022 kemarin.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

Tepatnya pada 30 Oktober 2022 di Gedung Pesona Kemenparekraf, Jakarta. Selain itu, Aengtongtong juga menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor Desa Wisata dengan Mpu Keris Terbanyak.

Namun, gaung keberhasilan tersebut yang semakin hilang dari hari ke hari menimbulkan pertanyaan, seperti apa kondisi Desa Wisata Keris Aengtongtong kini.

Pada Kamis, 10 Agustus 2023  kami pun menuju ke Desa Aengtongtong, yang selain berjaya di ADWI 2022 juga pernah jadi juara dua di lomba desa wisata tingkat Provinsi Jatim.

Tiba di tujuan sekitar pukul 10.30 pagi, Galeri Keris Aengtongtong, tempat yang diklaim sebagai Sentra IKM Industri Keris ternyata tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Sempat mengintip ke dalam ruangan melalui kaca jendela karena pintu terkunci dan tak ada yang jaga. Koleksi dalam Galeri Keris Desa Aengtongtong, tak sebanyak pada 2019 saat kami pertama berkunjung.

Selepasnya, kami menuju ke Balai Desa Aengtongtong untuk meminta keterangan dari sang Kades yang bernama Dirfan. Setali tiga uang, tiada satupun orang di tempat yang biasanya digunakan pemdes setempat berkantor.

Berdasarkan keterangan warga, Kades Dirfan dikatakan memang tidak pernah berkantor di Balai Desa Aengtongtong sejak pertama kali menjabat melainkan di rumahnya lah segala urusan dilakukan.

Disambut dua orang mahasiswi yang sedang melakukan KKN, keduanya menjelaskan bahwa sang Kades Dirfan sedang berada di Kecamatan Saronggi.

Tak lama berselang, dari dalam rumah yang dijadikan kantor Desa Aengtongtong itu, keluar seorang pria berumur yang bercelana pendek. “Kades ada di Kecamatan Saronggi,” ujarnya yang keberatan memberikan nomor kontak Dirfan.

Kendati begitu, salah satu kenalan bersedia mengirimkan nomor kontak Kades Aengtongtong yang ketika dihubungi membenarkan bahwa dirinya sedang berada di Kecamatan Saronggi.

Dikonfirmasi mengenai beberapa hal, Dirfan merasa lebih baik untuk bertemu. “Klo dijelaskan lewat WA panjang ceritanya. Ga pa2 klo mau ditunggu di rumah,” ketiknya melalui WhatsApp pribadi.

Setelah bersepakat untuk bertemu di Galeri Keris Desa Aengtongtong, pertemuan dengan Dirfan urung terjadi dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.

Beberapa persoalan yang kami temukan di lapangan mengenai kondisi desa juara favorit dalam ajang ADWI 2022 akan kami kupas lebih mendalam berikutnya.