Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Miris, Cuci Tangan Forkopimcam Terkait APMS Sapeken Didukung Humas Polres Sumenep

180
×

Miris, Cuci Tangan Forkopimcam Terkait APMS Sapeken Didukung Humas Polres Sumenep

Sebarkan artikel ini
Miris, Cuci Tangan Forkopimcam Sapeken Didukung Humas Polres Sumenep
Ilustrasi: Miris, Cuci Tangan Forkopimcam Sapeken Didukung Humas Polres Sumenep.

SUMENEP – APMS 56.694.06 Sapeken mendadak jadi pusat perhatian pasca pemantauan ketersediaan BBM oleh Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Madura.

Berawal saat tim pemantau tiba di APMS 56.694.06, ditemukan hal mengejutkan. Dispenser BBM yang berada di agen penyalur milik warga lokal Desa Sapeken tersebut, ternyata tidak terisi bahan bakar.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Baca Juga: Pertamina Temukan Dispenser Kosong Pada APMS 56.694.06 Sapeken, Pihak Terkait Bergeming

Si empunya APMS 56.694.06 beralasan, karena sedang terjadi konsleting listrik sehingga dispenser tidak dapat dioperasikan dan kosongnya BBM, akibat telah terdistribusi seluruhnya ke pemilik rekom di kepulauan.

“Ketika tanker datang, saya melayani penebusan BBM bersubsidi itu terhadap warga nelayan sebanyak 16 rekom, makanya cepat habis BBM saya, itupun masih ada sisa di dispenser dan memenuhi kuota 15 hari,” dalih H. Ardi. Senin (11/4) di salah satu media.

Padahal, sudah menjadi rahasia umum di daerah Kepulauan Sapeken, jika H. Ardi memang telah berulangkali tidak pernah memasukkan BBM yang diterima saat pengiriman Pertamina ke dalam dispenser di APMS miliknya.

“Sudah biasa H. Ardi itu mas, memang gak pernah masuk APMS BBM-nya. Begitu tanker datang langsung dikulak mereka mereka yang punya rekom dan tidak bersisa,” ujar salah satu warga Desa Sapeken. Kamis (14/4).

Sebelumnya, Aminullah Camat Sapeken membenarkan mengenai ulah H. Ardi yang telah berulang kali tidak pernah memasukkan BBM ke Dispenser di APMS kepunyaannya.

“Sudah berkali-kali itu terjadi (dispenser kosong, red). Dia alasan karena dikirim langsung ke pulau. Tapi nelayan pulau lain juga tetap saja membeli BBM ke Sapeken,” ungkap Aminullah, Minggu (3/4).

Merespon hal tersebut, sekelompok mahasiswa asal Sapeken bersama pemuda Sumenep yang tergabung dalam Forum Peduli Rakyat Sejahtera (FORPERKASA) melakukan audiensi dengan Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep.

Bertempat di ruang rapat Graha Adhirasa, Kantor Pemda Sumenep, Madura. Senin (11/4). Kegiatan audiensi itu juga menghadirkan perwakilan Pertamina dan Unit Pidter Polres Sumenep.

Baca Juga: Pihak Terkait Benarkan Kosongnya Dispenser BBM APMS Sapeken, Pengawasan Akan Dipertanyakan

Dimana yang jadi materi dalam audiensi tersebut ialah temuan yang didapat tim pemantau pada APMS 56.694.06 Sapeken, yang tidak dipublikasikan kepada publik dan beberapa permasalahan lain yang timbul.

Hasil pemantauan Bagian Perekonomian Setdakab, Pertamina dan Kanit Pidter Polres Sumenep pada, Selasa 29 Maret 2022 lalu pun, terbukti tak memberikan efek jera terhadap pemilik APMS nakal.

Miris, Cuci Tangan Forkopimcam Sapeken Didukung Humas Polres Sumenep
Pelayanan pembelian solar di dalam halaman APMS 56.694.06 Sapeken tidak melalui dispenser. Selasa (12/4). Foto/© Redaksi

Pantauan awak media, APMS milik H. Ardi sampai dengan hari Selasa tanggal 12 April 2022, masih tidak menggunakan dispenser untuk melakukan pengisian BBM meskipun sudah didatangi oleh pihak berwenang, seperti Pertamina.

Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu masyarakat Sapeken yang meminta namanya dirahasiakan menyampaikan bahwa, pada saat dirinya membeli BBM jenis solar di agen penyalur H Ardi. Tetap dilayani kulakan secara manual di halaman APMS 56.694.06.

“Sekitar dua hari yang lalu saya beli solar ngambilnya tetap bukan di dispenser, namun menggunakan kulakan manual. Ada tangki khusus di halaman APMS (56.694.06,red) yang dituang ke jeriken,” ujarnya, Kamis, (14/4).

Untuk harga BBM jenis solar subsidi yang dikulak di halaman APMS 56.694.06 Sapeken, dirinya mengaku membayar seharga Rp5.850 perliter, melebihi harga eceran tertinggi (HET) nasional sebesar Rp5.150. “Jadi keuntungan yang didapat APMS Rp700 per liter,” katanya.

Apa yang menjadi temuan tim pemantauan, audiensi elemen masyarakat hingga data dan fakta sesungguhnya, ternyata tidak menjadikan forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Sapeken melakukan evaluasi justru terkesan mencoba cuci tangan.

Baca Juga: Luar Biasa, Temuan Dispenser Kosong Pada APMS Sapeken Ternyata Bukan Pertama Kali

Bahkan, terlihat upaya memburamkan permasalahan sesungguhnya di APMS Sapeken, dalam acara sidak yang dilakukan Forkopimcam Sapeken, untuk kemudian disebarluaskan di sejumlah media.

Mengutip dari media online Jurnal Sekilas, Kamis (14/4). Pemilik APMS 56.694.06 H. Ardi, dengan tanpa malu-malu mengatakan sidak Forkopimcam Sapeken mungkin dilakukan karena ada desas-desus bahwa usahanya tidak sesuai regulasi.

“Rombongan FORKOPIMKA menyaksikan langsung, baik harga, dan dispenser sudah sesuai. Jadi, ini sekaligus menggugurkan asumsi selama ini yang menyudutkan APMS saya,” dalih H. Ardi.

Lebih mirisnya lagi, rilis pemberitaan mengenai sidak Forkopimcam ke APMS Sapeken, dishare AKP Widiarti di WhatsApp Group Mitra Humas Polres Sumenep, bertajuk ‘Pastikan Ketersediaan BBM di Kepulauan Sapeken aman, Forkopimcam Sapeken Cek ke Dua Tempat APMS’.

Teruntuk masyarakat Kepulauan Sapeken. Bersabarlah dan jangan berhenti untuk terus suarakan nasib kalian dengan penuh keberanian serta berkeyakinan akan terdengar.