Scroll untuk baca artikel
Layanan Publik

KM Sabuk Nusantara 91 Pelni Nodai Program Mudik Gratis Pemkab Sumenep

2163
×

KM Sabuk Nusantara 91 Pelni Nodai Program Mudik Gratis Pemkab Sumenep

Sebarkan artikel ini
KM Sabuk Nusantara 91 Pelni Nodai Program Mudik Gratis Pemkab Sumenep
KM Sabuk Nusantara 91 milik Pelni tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, dikabarkan menjual tiket pada calon penumpang tujuan Sapeken, Sumenep, Madura.

SuaraMadura.id – Dikabarkan menjual tiket pada calon penumpang asal Sapeken, KM Sabuk Nusantara 91 kepunyaan Pelni dinilai telah mencoreng program mudik gratis Pemkab Sumenep.

Program mudik gratis ke beberapa wilayah Kepulauan Sumenep dimulai sejak 12 April 2023 dengan menggunakan kapal reguler milik Pelni dan juga Dharma Bahari Sumekar (DBS) III kepunyaan BUMD Kota Keris.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Seperti salah satu armada Pelni yakni KM Sabuk Nusantara 91 yang melayani program mudik gratis Pemkab Sumenep dengan rute Tanjung Wangi, Banyuwangi menuju Sapeken, 18 Februari 2023.

Namun, kapal Pelni KM Sabuk Nusantara 91 tersebut dikabarkan tetap menjual tiket kepada calon penumpang yang mayoritas asal Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura.

Seperti diutarakan aktivis pemuda Sapeken, Deni Sabibi. “Tiket pelni yang hanya Rp 17.800 dengan rincian tiket Rp 13.800 ditambah pas masuk Rp 4000 ternyata dijual seharga 50ribu,” ujarnya geram, Senin (17/4/23).

“Akibatnya program mudik gratis Pemkab Sumenep ternodai dengan tetap menjual tiket KM Sabuk Nusantara 91 pada calon penumpang, warga masyarakat Sapeken,” sergahnya.

Deni Sabibi menduga, terjadinya modus penjualan tiket KM Sabuk Nusantara 91 diawali dengan semrawutnya informasi Pelni tentang waktu penjualannya.

“Awalnya Pelni mengumumkan penjualan tiket dibuka jam sepuluh pagi tanggal 17 April (2023, red). Tapi faktanya, loket telah dibuka sebelum jam sembilan,” terangnya.

Sehingga, lanjut Deni, mayoritas calon penumpang kecele. “Akhirnya banyak yang tidak kebagian tiket karena telah diborong oleh sebagian orang tidak bertanggung jawab alias calo,” katanya.

“Dan saya menduga kuat orang yang memborong tiket dan menjual kembali di atas harga normal ini, bekerjasama dengan orang dalam Pelni,” tandasnya.

Selain itu, tambah Deni Sabibi, tiket KM Sabuk Nusantara 91 yang akan berlayar ke Sapeken pukul 08.00 WIB pagi ini, diketahui juga melebihi kapasitas penumpang.

“Kuota penumpang yang ditetapkan 486 orang, tetapi ternyata pihak Pelni setelah kita konfirmasi telah menjual sebanyak 600 tiket. Keselamatan dan kenyamanan penumpang digadaikan,” tukasnya.

Untuk itu, Deni Sabibi bersama para calon penumpang KM Sabuk Nusantara 91 menegaskan akan berunjuk rasa di Tanjung Wangi pada Selasa (18/4/23) pagi terkait persoalan tersebut.

Penjelasan dari Pelni Banyuwangi mengenai KM Sabuk Nusantara 91 yang melayani program mudik gratis Pemkab Sumenep rute Tanjung Wangi Sapeken namun tetap menjual tiket, belum didapat.