Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Kios Pasar Tradisional Gayam Diduga Diperjualbelikan Kades

Kios Pasar Tradisional Gayam Diduga Diperjualbelikan Kades
Kios pasar tradisional Gayam, Sumenep, Madura. © Redaksi.

SUMENEP – Keberadaan pasar tradisional di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura yang diharapkan menggerakkan roda perekonomian dengan adanya aktifitas usaha yamg dilakukan para pedagang. Terindikasi dimanfaatkan oleh kadesnya.

Pasar tradisional Gayam, terdiri dari beberapa toko kecil atau kios yang semestinya penggunaannya oleh pelaku usaha diterapkan dengan sistem sewa kepada pihak pengelola.

Namun, berbeda yang dilakukan oleh pengelola pasar tradisional Gayam. Diduga didalamnya telah terjadi praktik jual beli kios dengan harga yang cukup fantastis.

Narasumber salah satu pelaku usaha, inisial M menyampaikan pengakuan mengejutkan pada saat dirinya akan membuka kios di pasar tradisional Gayam. Ia mengaku membelinya kepada kepala desa setempat.

“Saya membeli ke kepala desa cocoknya seharga kisaran Rp 100 juta,” ucap M. Kamis (14/07).

Dirinya menambahkan, kalau pedagang di pasar tradisional Gayam rata-rata sistemnya sama. Yakni dengan membayar uang senilai ratusan juta untuk mendapatkan satu kios di lokasi tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada saat disinggung apakah kios tersebut kepemilikannya menjadi milik pribadi. M justru mengaku kemungkinan besar seperti itu meskipun dirinya masih belum tahu pasti.

“Bukan dimiliki, mungkin selama hidup pasar atau selama orangnya masih hidup,” ucapnya dengan ragu.

Menurut M, selama pelepasan jual beli sampai saat ini dirinya mengantongi surat semacam sertifikat yang dikeluarkan oleh Desa Gayam.

“Kami hanya mendapatkan surat seperti sertifikat yang diberikan oleh desa saat pelepasan jual beli terjadi,” jelasnya.

Sepertinya, tambah M memberi penjelasan, surat itu merupakan bukti hak pakai, sejak ada pelepasan jual beli dari Desa Gayam.

Mendapatkan informasi tersebut, awak media mencoba untuk klarifikasi Kepala Desa Gayam, H Ari. Tetapi hingga detik ini belum mendapatkan respon apapun.

Upaya klarifikasi yang beralih pada Sekretaris Desa Gayam, Raihana juga tidak mendapatkan tanggapan walaupun pesan WhatsApp terlihat centang dua menandakan sudah diterima.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dikonfirmasi terpisah terkait dengan kios pasar tradisional Gayam, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ainur Rasyid menyampaikan bahwa hal itu bukan menjadi kewenangannya.

“Setahu saya tidak diperbolehkan kios pasar itu diperjual belikan,” jawabnya.

Diketahui, sedikitnya ada puluhan kios di pasar tradisional Gayam yang disinyalir diperjualbelikan kepada para penggunanya.

Uang hasil jual beli pasar tersebut juga tidak diketahui masuk kemana. Sebab, Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Gayam disinyalir masih kecil.

Padahal, hasil penjualan kios di pasar tradisional Gayam ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Penelusuran lanjutan dirasa perlu guna mengedukasi masyarakat lewat informasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Avatar of Suara Madura
Written By

Suara Madura Merupakan Portal berita Terkini Menyajikan Berita Sumenep, Jawa Timur, Surabaya, Malang, Madiun, Jember, Sidoarjo, Gresik, Madura, Jakarta Dll

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Peristiwa

Peristiwa

SuaraMadura.id – Mantan Kades Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikabarkan melakukan penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep. Kejadian penganiayaan terhadap Wartawan Sumenep yang juga...

Peristiwa

SuaraMadura.id – Kapolres Sumenep datangkan Bidang laboratorium forensik atau Bidlabfor Polda Jatim ke lokasi kebakaran di Tricomp, salah satu unit usaha Mami Muda yang...

Peristiwa

SuaraMadura.id -Mami Muda, basecamp atau markas tempat berkumpulnya para Wartawan Sumenep yang sedang soroti kasus fraud 60 Miliar di BSI, dibakar si jago merah....

Peristiwa

Dirut Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan penyebab awal kebakaran depo Plumpang dan korban jiwa yang ditimbulkan di hadapan Komisi VI DPR RI.

Peristiwa

KM Baruna Jaya Raya yang mengangkut sembako dan material dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Sapeken, Sumenep, Madura hilang kontak.

Peristiwa

Setelah mendapatkan telepon dari Ko Apen, Bripka RS bersama Briptu RG, anggota Provos Polres Sumenep Sumenep, kemudian mendatangi Mr Ball untuk melihat kejadian tersebut.

BACA JUGA :

Kesehatan

SuaraMadura.id – Direktur RSUD Dr. H. Moh Anwar Sumenep, dikabarkan akan diganti timbulkan kekhawatiran penurunan kinerja rumah sakit plat merah Kota Keris tersebut. Wajah...

Berita

SuaraMadura.id – Nelayan Masalembu Kabupaten Sumenep sampai detik ini terus berjuang untuk menjaga laut dari alat tangkap yang merusak. Kembali Nelayan Masalembu bersitegang dengan...

Layanan Publik

SuaraMadura.id – Meski belum mengantongi Izin resmi, kapal tongkang penyeberangan dari Batu Guluk – Mamburit di wilayah Kepulauan Kangean, Sumenep, tetap beroperasi. Keselamatan penumpang...

Sosial

SuaraMadura.id – Petani bersama Pemdes setempat melaksanakan kerja bakti tahunan memperbaiki jalan tani di Geligir Karante Desa paseraman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Minggu (28/5/23)....

Pendidikan

SuaraMadura.id – Sejumlah aktivis pemerhati kebijakan publik soroti tukar guling lahan Bangunan Klaster Rumput Laut Sumenep yang dilakukan Universitas Bahaudin Muhdary (Uniba Madura). Menurut...

Advertisement