Ekonomi

Kejahatan Perbankan Puluhan Miliar di Kabupaten Sumenep, Pelakunya ‘Kyai’?

2991
×

Kejahatan Perbankan Puluhan Miliar di Kabupaten Sumenep, Pelakunya ‘Kyai’?

Sebarkan artikel ini
Kejahatan Perbankan Puluhan Miliar di Kabupaten Sumenep, Pelakunya 'Kyai'?
Tangkap layar video saat jajaran direksi sebuah Bank Syariah membahas tentang 'Kyai' asal Sumenep, pelaku kejahatan perbankan 60 miliar rupiah. © Redaksi.

SuaraMadura.id – Kejahatan perbankan atau biasa dikenal dengan sebutan fraud, bernilai puluhan miliar disinyalir terjadi di Kabupaten Sumenep, pelakunya pun diyakini bukan orang sembarangan. Kabarnya seorang ‘Kyai’.

Kejahatan perbankan atau fraud termasuk dalam white collar crime. Mengingat tindak pidana perbankan tersebut biasanya dilakukan oleh kaum elit, pengusaha, bankir, atau para pejabat yang mempunyai peran dan fungsi strategis.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

Tindak pidana fraud nampaknya tidak hanya berlaku di kota-kota besar. Namun nampaknya kejahatan perbankan juga dapat terjadi di daerah, seperti Kabupaten Sumenep, misalnya.

Informasi kejahatan perbankan atau fraud tersebut terindikasi telah terjadi pada salah satu Bank Syariah yang terdapat di Kabupaten Sumenep. Nilainya fantastis, mencapai 60 (Enam puluh) miliar rupiah.

“Ini coba sampeyan simak video ini,” ujar narasumber berinisial AS sembari menunjukkan tayangan seperti sebuah rapat di ruangan mewah, sedang berbincang dengan seseorang melalui video conference pada Selasa (07/02/23).

Terdengar pembahasan berlangsung seputar kredit nasabah yang bermasalah. “Kok bisa itu sampai 60 miliar,” tanya seseorang dalam video tersebut yang nampak seperti pimpinan mereka.

“Jadi begini pak, si nasabah itu merupakan tokoh agama di Sumenep, ‘Kyai’ lah. Dan dia sepertinya kenal dengan para petinggi-petinggi,” kata si anak buah berusaha menjawab pertanyaan si pimpinan.

“Ya tapi gak bisa begitu, bagaimana dengan tim appraisal-nya? Coba segera lakukan spesial audit, gak bisa yang model begini ini,” sergah si pimpinan yang terdengar intonasi bicaranya mulai meninggi dalam rekaman audio visual tersebut.

Kemudian, AS kembali berbicara. “Jadi modus yang diterapkan si kreditur ini bermain saat bagian appraisal turun, dengan tujuan menaikkan batas kredit yang bisa diperoleh,” ungkapnya.

“Contohnya begini. Ketika agunan yang disertakan dalam pengajuan kreditnya akan di appraisal, dia menaruh plang bertuliskan dijual di samping lokasi lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi,” tukasnya.

As melanjutkan, nomor yang tertera pada plang dijual itu adalah komplotan dari si pelaku. “Nah jika dihubungi oleh bagian appraisal maka orang si pelaku akan menyampaikan harga yang tinggi melebihi harga sebenarnya,” terangnya.

Identitas pelaku kejahatan perbankan yang berdasarkan rekaman video merupakan seorang ‘Kyai’ serta Bank Syariah korban fraud, yang telah kebobolan 60 miliar rupiah akan diulas lebih lanjut secara mendalam.