Scroll untuk baca artikel
banner 728x250
Suara Penulis

Kang Komar dan Plt Kepala Dinas Kesehatan

1645
×

Kang Komar dan Plt Kepala Dinas Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kang Komar dan Plt Kepala Dinas Kesehatan
Gambar ilustrasi: Kamg Komar dan Plt Kepala Dinas Kesehatan.

SuaraMadura.id – Kang Komar, pemeran Preman Pensiun mengatakan, di bawah pemimpin yang baik, anak buah bodoh pun ada gunanya. Tapi di bawah pemimpin bodoh, pasukan terbaik pun kocar kacir.

Pernyataan itu, sudah diucapkan oleh Kang Komar di layar kaca pada tahun 2015 lalu. Namun demikian, seorang kawan lama, yang baru saja bersua, menyampaikan kutipan yang maaf, sarkas itu di sela-sela kami berbincang beberapa hari lalu.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Tanpa basa basi, dia mengajak saya bertaruh. Kiranya, apa dampaknya jika Plt Kadis Kesehatan Sumenep (diduga) tidak punya kompetensi yang mempuni untuk bicara kesehatan. Apalagi mengambil kebijakan. Bahkan, Plt-nya diduga rangkap jabatan(?)

Kawan saya yakin, OPD yang membidangi kesehatan itu akan jalan di tempat. Karena, lanjut kawan saya, yang terjadi di Dinas Kesehatan tak ubahnya seperti gawai yang direset ke setelan pabrik: semua harus di atur ulang. Karena yang diganti adalah detak jantung OPD-nya.

Di rapat pucuk pimpinan, bisa jadi seluruh “kebijakan pesanan” dan yang berpotensi cuan akan disisipkan. Baik oleh bawahan maupun atasan. Sebab, di saat yang bersamaan, semua dibutuhkan penyesuaian.

Saat PLT Kadis sedang belajar tentang kesehatan dan kebijakan, sangat mungkin langkah yang diputuskan bukan karena yang terbaik. Namun hanya karena lebih menarik. Bukankah Plt-nya diisukan tidak punya basic(?)

Agar kawan saya tidak semakin sarkastik, secara pelan-pelan, saya juga menyampaikan pandangan. Saya memulainya dari pandangan-pandangan normatif: tentu, setiap keputusan pasti telah dipertimbangkan. Dan selain itu, lanjut saya, bukankah seorang ASN harus berani dan mampu bertahan di segala medan?

Mendengar pengantar normatif itu, seketika kawan saya mengernyitkan alis. Raut wajahnya tampak tidak senang. Sejurus kemudian, dia berujar: manusia itu memang seharusnya punya kemampuan bertahan. Tapi bukan berarti mereka mampu gonta-ganti keahlian, paham? Mendengar itu, saya hanya mengangguk pelan.

Selanjutnya, kami pun berbincang panjang lebar. Sekali waktu, kami saling menyetujui pendapat satu sama lain. Di perbincangan yang berbeda, kami saling membuka diri untuk saling koreksi dan saling menerima.

Sampai akhirnya, kawan saya berkelakar, mungkin bupati ingin uji coba, seberapa benar ucapan Kang Komar? Saat itu juga, saya menjawabnya dengan sedikit senyum dan geleng-geleng kepala, sambil membatin: buat anak kok coba-coba. Saya teringat iklan di saat muda. Salam.

Oleh: NK Gapura

Ganding, 15 Oktober 2023

Drama Jahat, Nenek Tersangka
Suara Penulis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq (Penasehat Hukum Sri Suhartatik) KASUS dugaan SPPT PBB/NOP palsu di Polres Pamekasan yang digunakan untuk menerbitkan sertifikat…

Jenderal Yang Meresahkan
Suara Penulis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq “Jangan pernah lupa bahwa tak ada pemimpin militer yang menjadi besar tanpa keberanian”Scroll Keatas Untuk Melanjutkan. Hub…

Musuh Pengecut Jenderal Sakera
Suara Penulis

Oleh: Fauzi As  Dia hanya setan kecil yang mencoba mengirimkan kesedihan. Dia berharap Sakera bersedih. Dengan begitu, kobaran api semangat…