Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Imbas Pemotongan BLT DD, Masyarakat Demo Balai Desa Saobi

264
×

Imbas Pemotongan BLT DD, Masyarakat Demo Balai Desa Saobi

Sebarkan artikel ini
Imbas Pemotongan BLT DD, Masyarakat Demo Balai Desa Saobi
Imbas Pemotongan BLT DD, Masyarakat Demo Balai Desa Saobi. Foto/Istimewa.

SuaraMadura.id – Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT DD diduga dipotong. Ratusan masyarakat dan pemuda berunjuk rasa di Balai Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep, Madura.

Massa aksi unjuk rasa di Balai Desa Saobi menuntut dua hal kepada pemerintah desa di Kecamatan Kangayan tersebut. Dimana termasuk salah satunya dugaan pemotongan BLT DD yang dilakukan.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Seperti yang disampaikan salah satu peserta aksi Diyaul Hakki, S.H., C.CL. “Tuntutannya ada dua. Pertama, kami meminta klarifikasi soal kasus pemotongan BLT DD yang sedang berjalan di Kejaksaan,” ujarnya. Senin (1/5/23).

Kemudian Diyaul Hakki atau yang biasa disapa Deki melanjutkan, selain kasus pemotongan BLT DD, tuntutan massa aksi yang kedua adalah serapan anggaran mulai tahun 2021 hingga per hari ini tahun 2023.

“Alhamdulillah data yang kami minta tadi berhasil diberikan meskipun bentuknya masih DD yang ADD belum,” jelasnya. Ia kemudian mengatakan data tersebut akan dikaji oleh internal oleh massa aksi.

Pemuda yang juga tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau disingkat IKA PMII Sumenep itu mengatakan bahwa massa aksi akan berkirim surat resmi ke Kejaksaan Negeri.

“Soal kasus BLT DD ini. Dalam tempo dekat ini kami, perwakilan massa aksi akan mengirimkan surat ke Kejaksaan sebagai bentuk dukungan moril agar kasus ini segera cepat diproses sesuai SOP,” tukasnya.

Terakhir, Deki menambahkan, akan melakukan konfirmasi kepada pemerintah Desa Saobi terkait beberapa alokasi anggaran yang dirasa janggal sebab tidak ada wujudnya.

“Seperti misalnya di tahun 2022 ada anggaran yang dialokasikan untuk Karang Taruna 30 juta. Sementara sampai hari ini Karang Taruna itu bentuknya tidak ada di sini (Desa Saobi, red),” ungkapnya.

Sebelumnya, BLT DD Desa Saobi tahun anggaran 2022 yang dicairkan kepada 119 keluarga penerima manfaat (KPM) pada bulan April 2022, diduga kuat dipotong oleh perangkat desa setempat.

Dari nominal 900 ribu yang seharusnya diterima setiap KPM BLT DD, masyarakat penerima di Desa Saobi hanya terima 300 ribu. Sedangkan sisanya sejumlah 600 ribu ditengarai diselewengkan.

Pihak Pemerintah Desa Saobi pun belum dapat dihubungi guna dimintai keterangannya terkait aksi yang dilakukan masyarakat buntut dari dugaan pemotongan BLT DD yang dilakukan.