Scroll untuk baca artikel
Viral

Guru SMA Negeri 1 Arjasa Akhirnya Minta Maaf Kepada Wartawan

669
×

Guru SMA Negeri 1 Arjasa Akhirnya Minta Maaf Kepada Wartawan

Sebarkan artikel ini
Guru SMA Negeri 1 Arjasa Akhirnya Minta Maaf Kepada Wartawan
JF, Guru SMA Negeri 1 Arjasa ketika berada di Kantor Redaksi Bagi Berita. Foto/Istimewa.

SuaraMadura.id – Guru SMA Negeri 1 Arjasa berinisial JF yang sebelumnya dianggap lecehkan dan lakukan pengancaman terhadap pewarta media Bagi Berita, akhirnya menyesal dan meminta maaf.

Mendatangi Redaksi Bagi Berita pada Jumat, 24 Februari 2023. Guru SMA Negeri 1 Arjasa tersebut menyadari kekeliruannya merespon pemberitaan Bagi Berita bertajuk ‘Oknum Kepala Sekolah di Kepulauan Sumenep Diduga Jarang Ngantor’.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Dalam kesempatan tersebut, JF menyampaikan tidak ada maksud melecehkan dan mengancam pewarta media Bagi Berita. “Saya hanya ingin yang terbaik atas pemberitaan itu,” akunya pada pewarta, Jumat (24/02/23).

Baca juga: Guru SMA Negeri 1 Arjasa Ini Lecehkan dan Ancam Pewarta

“Kalau ada kata-kata pernyataan saya yang kurang santun, bernilai kasar, dan menyinggung pribadi dan profesi sampean, dengan rendah hati saya mohon maaf Mungkin sat chat itu kondisi pikiran saya kurang stabil, untuk itu sekali lagi saya mohon maaf,” sesal JF.

Guru SMA Negeri 1 Arjasa itu pun berjanji akan membangun komunikasi yang lebih baik lagi terhadap pewarta media Bagi Berita secara khusus dan umumnya kepada awak media lain ke depannya.

Tentunya apa yang dilakukan Guru SMA Negeri 1 Arjasa itu merupakan sebuah sikap ksatria. Dimana tanpa malu dan ragu dirinya bersilaturahmi langsung ke Redaksi Bagi Berita yang menaungi RD, dan mengakui kesalahannya.

Baca juga: Plt Kacabdin Pendidikan Sumenep Dianggap Lindungi Guru Gemulai yang Lecehkan Wartawan

Kendati begitu, sikap Plt Kacabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep, yang sebelumnya mengentengkan permohonan audiensi resmi insan Jurnalis yang diajukan terkait sikap Guru SMA Negeri 1 Arjasa sebelumnya. Masih jauh dari kata usai.