Scroll untuk baca artikel
Viral

Dumas Karang Taruna Kabupaten Sumenep, Kurniadi: Mau Menjilat Bupati

221
×

Dumas Karang Taruna Kabupaten Sumenep, Kurniadi: Mau Menjilat Bupati

Sebarkan artikel ini
Nurahmat vs Kurniadi
Nurahmat, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep dan Kurniadi, Praktisi hukum Kota Keris. Ilustrasi/Istimewa

SUMENEP – Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep akhirnya buka suara tentang materi pengaduan masyarakat (Dumas) yang dilayangkan ke Polres Sumenep, pada, Senin (28/3).

Menanggapi maraknya pertanyaan dari warga masyarakat terkait materi pengaduan masyarakat (Dumas) yang dilakukan Nurahmat, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep, kami pun menghubungi kembali yang bersangkutan.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Dalam penjelasannya, Nurahmat menyatakan dengan tegas bahwa Karang Taruna Kabupaten Sumenep tidak sama sekali berniat ataupun masuk ke dalam pusaran sengketa Pilkades Matanair. “Saya katakan itu tidak benar dan keliru,” tegas dia. Selasa (29/3).

“Intinya Karang Taruna Kabupaten Sumenep tidak dan tidak akan pernah masuk dalam konstelasi politik. Karena Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang sosial dan non partisan, sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial No. 25 tahun 2019,” terang dia. 

Konteksnya melakukan pelaporan secara tertulis, Nurahmat menjelaskan, bukan terkait masalah Pilkades matanair melainkan terkait dugaan tindak pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik kepada pembina umum Karang Taruna Kabupaten Sumenep yaitu Bupati melalui media sosial oleh saudara Kurniadi.

“Terus terang kenapa kami melaporkan, karena kami merasa tersinggung dan marah dengan apa yang dikatakan saudara Kurniadi, melalui wawancara dan komentar yang tersebar di beberapa Group Whatsapp,” jelas Nurahmat.

Apalagi, kata Nurahmat, Kurniadi dalam keadaan sadar dengan semangat berapi-api menghina dan menghujat. “Baik secara kata kata dan tulisan yang ditujukan ke bupati selaku pejabat publik, yang mana beliau juga sebagai pembina umum kami, Karang Taruna Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

“Jadi saya berharap kepada bapak Kapolres Sumenep, untuk segera menindaklajuti laporan pengaduan kami. Karena perbuatan dari saudara Kurniadi ini bukan hanya sekali saja melakukan penghinaan terhadap pejabat publik,” ungkap Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep tersebut.

Kemudian, Nurahmat kembali mengingatkan aparat penegak hukum agar serius menyikapi dumas Karang Taruna Kabupaten Sumenep, demi menjaga kondusifitas di Bumi Arya Wiraraja ke depan.

“Karena tidak menutup kemungkinan akan banyak orang maupun lembaga yang akan melakukan pelaporan terkait penghinaan dan/atau pencemaran nama baik bupati,” pinta dia.

Sementara, Kurniadi yang dihubungi dan diminta tanggapannya atas dumas Karang Taruna Kabupaten Sumenep yang ditujukan terhadap dirinya, menanggapi santai. “Apa hubungannya Karang Taruna Kabupaten Sumenep dengan bupati,” tanya dia. Selasa (29/3).

Ia pun menanyakan kepada awak media, siapa Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep. “Oh Nurahmat, menurut saya dia tidak mencerminkan sebagai pemimpin karang taruna yang seharusnya netral,” kata Kurniadi.

Menurut pengakuannya Kurniadi, antara dia dan Nurahmat telah memiliki konflik pribadi sebelumnya yang berkaitan dengan Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti).

“Mesti itu (Dumas, red) ada motif pribadi dan dia mau menjilat ke bupati itu. Apa hubungannya Nurahmat, itu bisa diusut juga itu, atas dasar apa dia ikut-ikut itu,” ucap dia heran.

Kurniadi juga mendorong agar anggota Karang Taruna Kabupaten Sumenep mempersoalkan dumas yang dilakukan oleh Nurahmat. “Justru itu harus dipersoalkan oleh anggota karang taruna karena berarti itu dia menggunakan organisasi untuk kepentingannya pribadi,” tutup Kurniadi.