Scroll untuk baca artikel
banner 728x250
Hukum

Dugaan Penganiayaan Siswa SDN Kebunan II Sumenep Masuk Penyidikan Polisi

254
×

Dugaan Penganiayaan Siswa SDN Kebunan II Sumenep Masuk Penyidikan Polisi

Sebarkan artikel ini
Dugaan Penganiayaan Siswa SDN Kebunan II Sumenep Masuk Penyidikan Polisi
Laporan Polisi Dugaan Penganiayaan Siswa SDN Kebunan II Sumenep. @ Redaksi.

SuaraMadura.id – Kedua siswa SDN Kebunan II Sumenep, berinisial R dan F diduga menerima tamparan dari kepala sekolahnya sendiri yakni Wiwik Suhartini, tepat di hari guru 25 November 2022.

Keterangan salah satu korban, R. Kejadian tersebut bermula saat dirinya dan F sedang bermain lompat tali menggunakan karet gelang datang menghampiri Wiwik, dan memarahinya kenapa mereka tidak memungut sampah.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Setelah Wiwik memarahi R dan F, tiba-tiba kepala sekolah SDN Kebunan II Sumenep tersebut langsung menampar menggunakan tangan kiri mengenai pipi kanan R. Wiwik juga menampar F menggunakan tangan kiri mengenai pipi kanan F.

Sementara saat dikonfirmasi, Wiwik Suhartini membantah. “Kapan ya, saya nda kok. Kapan itu ya, saya¬† nda pernah menampar ya,” sergahnya dan mempersilahkan pelaporan kepada dirinya. Jumat (25/11).

Bahkan Wiwik sempat mengancam dengan mengirim pesan pribadi ke nomor redaksi SuaraMadura.id yang isinya akan menuntut media. “Tadi anda mengancam saya ” tudingnya.

Redaksi lantas menerangkan jika setiap proses konfirmasi yang dilakukan terdokumentasi dengan baik, dan menunggu tuntutan Wiwik dengan senang hati.

Moh. Rafik yang dikabarkan istrinya mengenai peristiwa itu lantas memutuskan melakukan pelaporan ke Polres Sumenep, setelah sebelumnya mengkonfirmasi R, putranya yang jadi korban penamparan Wiwik.

Setelah pelapor dimintai keterangannya dan saksi korban menjalani visum, serta dirasa cukup bukti juga memenuhi unsur. Maka terbit Laporan Polisi Nomor LP/B/300/XII/2022/SPKT/POLRES SUMENEP.

Pihak Polres Sumenep pun resmi memulai tahap penyidikan perkara dugaan tindak Pidana Penganiayaan terhadap anak, dua siswa SDN Kebunan II Sumenep.