Scroll untuk baca artikel
Layanan Publik

Duet Maut PJU Padam dan Jalan Berlubang di Kota Sumenep

191
×

Duet Maut PJU Padam dan Jalan Berlubang di Kota Sumenep

Sebarkan artikel ini
Duet Maut PJU Padam dan Jalan Berlubang di Kota Sumenep
Lampu PJU padam dan jalan yang berlubang (dilingkari) jadi momok bagi pengendara motor yang melintas. © Redaksi.

SUMENEP – Tolak ukur baik dan buruknya manajemen sebuah kota dapat dilihat dari tata kota, infrastruktur dan keamanan serta kenyamanan yang diberikan kepada warga masyarakatnya.

Penerangan jalan umum (PJU) yang baik dan mulusnya jalan termasuk ke dalam infrastruktur kota, yang memegang peranan layak atau tidaknya manajemen sebuah kota dikatakan baik.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Kondisi jalan yang berlubang ditambah banyaknya lampu PJU padam membuat kenyamanan warga masyarakat berkurang, bahkan mengancam keselamatan berkendara.

Baca juga: PJU Padam Rombong Warga Jadi Korban

Seperti yang terjadi di Kota Keris. Minimnya perhatian dinas terkait terhadap PJU yang mati dan juga berlubangnya sejumlah ruas jalan protokol dikeluhkan Prasianto, warga Desa Kolor, Kota Sumenep.

“Mulai dari ke arah selatan Billboard bupati dan wakil bupati depan Pasar Anom hingga ke arah luar kota (Jalan Trunojoyo, red) banyak jalan berlubang yang sangat membahayakan pengendara,” ujar dia. Sabtu (15/5) malam.

SUMENEP - Tolak ukur baik dan buruknya manajemen sebuah kota dapat dilihat dari tata kota, infrastruktur dan keamanan serta kenyamanan yang diberikan kepada warga masyarakatnya. Penerangan jalan umum (PJU) yang baik dan mulusnya jalan termasuk ke dalam infrastruktur kota, yang memegang peranan layak atau tidaknya manajemen sebuah kota dikatakan baik. Kondisi jalan yang berlubang ditambah banyaknya lampu PJU padam membuat kenyamanan warga masyarakat berkurang, bahkan mengancam keselamatan berkendara. Seperti yang terjadi di Kota Keris. Minimnya perhatian dinas terkait terhadap PJU yang mati dan juga berlubangnya sejumlah ruas jalan protokol dikeluhkan Prasianto, warga Desa Kolor, Kota Sumenep. "Mulai dari ke arah selatan Billboard bupati dan wakil bupati depan Pasar Anom hingga ke arah luar kota (Jalan Trunojoyo, red) banyak jalan berlubang yang sangat membahayakan pengendara," ujar dia. Sabtu (15/5) malam. Menurut Prasianto, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya lampu PJU yang padam. Mengakibatkan jalan berlubang tersebut sangat sulit terlihat oleh warga yang melintas menggunakan motor. "Sangat berbahaya mas, saya heran kok seperti dibiarkan kondisi tersebut. Padahal dari Taman Tajamara ke arah selatan sudah seringkali terjadi kecelakaan melibatkan pengendara motor," tukasnya. Berdasarkan pengakuan mereka yang mengalami kecelakaan, kata Prasianto, umumnya karena mereka menghindari lubang yang ada di jalan tanpa memperhatikan situasi Sekitarnya. Sementara pemerhati kebijakan publik Pemkab Sumenep, Ferry Saputra menilai ruas Jalan Trunojoyo yang berlubang masuk ke dalam tanggung jawab pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meskipun begitu, lanjut Ferry, bukan berarti Pemkab Sumenep tidak dapat melakukan tambal sulam atau pemeliharaan terhadap akses jalan di bawah kewenangan Pemprov Jatim tersebut. "Contoh Kabupaten Banyuwangi, mereka bahkan memiliki Satgas Jalan Berlubang. Mereka tidak melihat itu jalan wewenang siapa, selama itu mengganggu kenyamanan dan keselamatan warganya, mereka perbaiki," sergahnya. Minggu (16/5). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Eri Susanto yang dihubungi via WhatsApp belum menanggapi konfirmasi yang dilakukan. Padamnya lampu PJU ditambah lubang di sejumlah titik pada ruas Jalan Trunojoyo wilayah Kota Sumenep, bagaikan duet maut yang siap menjemput korban dari pengendara motor yang melintas.
Ruas jalan berlubang di depan Taman Tajamara, Kota Sumenep, membahayakan pengendara yang melintas. © Redaksi.

Menurut Prasianto, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya lampu PJU yang padam. Mengakibatkan jalan berlubang tersebut sangat sulit terlihat oleh warga yang melintas menggunakan motor.

“Sangat berbahaya mas, saya heran kok seperti dibiarkan kondisi tersebut. Padahal dari Taman Tajamara ke arah selatan sudah seringkali terjadi kecelakaan melibatkan pengendara motor,” tukasnya.

Berdasarkan pengakuan mereka yang mengalami kecelakaan, kata Prasianto, umumnya karena mereka menghindari lubang yang ada di jalan tanpa memperhatikan situasi Sekitarnya.

Baca juga: Peran Orang Partai di Mutasi Kepala Sekolah, SK Bupati Sumenep dengan Pelantikan Berbeda

Sementara pemerhati kebijakan publik Pemkab Sumenep, Ferry Saputra menilai ruas Jalan Trunojoyo yang berlubang masuk ke dalam tanggung jawab pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Meskipun begitu, lanjut Ferry, bukan berarti Pemkab Sumenep tidak dapat melakukan tambal sulam atau pemeliharaan terhadap akses jalan di bawah kewenangan Pemprov Jatim tersebut.

Duet Maut PJU Padam dan Jalan Berlubang di Kota Sumenep
Satgas Jalan Berlubang Kabupaten Banyuwangi. Foto/Istimewa.

“Contoh Kabupaten Banyuwangi, mereka bahkan memiliki Satgas Jalan Berlubang. Mereka tidak melihat itu jalan wewenang siapa, selama itu mengganggu kenyamanan dan keselamatan warganya, mereka perbaiki,” sergahnya. Minggu (16/5).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Eri Susanto yang dihubungi via WhatsApp belum menanggapi konfirmasi yang dilakukan.

Padamnya lampu PJU ditambah lubang di sejumlah titik pada ruas Jalan Trunojoyo wilayah Kota Sumenep, bagaikan duet maut yang siap menjemput korban dari pengendara motor yang melintas.