Scroll untuk baca artikel
banner 728x250
Wisata

Desa Wisata Keris Aengtongtong Beri Kado Nyata di Hari Jadi Sumenep Ke-753

446
×

Desa Wisata Keris Aengtongtong Beri Kado Nyata di Hari Jadi Sumenep Ke-753

Sebarkan artikel ini
Desa Wisata Keris Aengtongtong Beri Kado Nyata di Hari Jadi Sumenep Ke-753
Desa Wisata Keris Aengtongtong berhasil sabet Juara 1 Kategori Daya Tarik Pengunjung di Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada, Minggu 30 Oktober 2022 di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf. Foto/Faid.

SuaraMadura.id – Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 “Dari Desa untuk Indonesia Bangkit” berhasil menobatkan Desa Wisata Keris Aengtongtong, Sumenep, Madura, sebagai Juara 1 Kategori Daya Tarik Pengunjung.

Berlangsung di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta, pada Minggu 30 Oktober 2022. Desa Wisata Keris Aengtongtong juga mendapat piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor Desa Wisata dengan Mpu Keris Terbanyak.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Tentunya kesuksesan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Saronggi pada Malam ADWI yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut, menjadi kado nyata menyambut Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753.

Di tengah segala keterbatasan dan polemik yang melanda organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yakni, Disbudporapar. Tidak menjadi hambatan bagi Desa Wisata Keris Aengtongtong untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumenep.

Menurut Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Pariwisata, Dr. (C). Ahmad Faidlal Rahman, SE.Par.,M.Sc. kesuksesan yang diraih desa dengan Mpu Keris terbanyak itu merupakan hasil kerjasama semua pihak.

“Ini kerja tim mas, ada tim pemkab, tim desa, TA (Tenaga Ahli Bupati, red) dan ATA (Asisten Tenaga Ahli Bupati, red) dan didukung penuh oleh Pak Bupati (Achmad Fauzi, red),” jelas Faid, panggilan kesehariannya. Minggu (30/10).

Pria asli Sumenep yang juga menjadi Tenaga Ahli Walikota Batu Bidang Pariwisata tersebut mengaku bangga bisa mengabdi dan menjalankan amanah yang diberikan tanah kelahirannya.

Kendati begitu, Faid mengungkapkan sebelumnya, apa yang berhasil dicapai Desa Wisata Keris Aengtongtong sempat menjadi pertaruhan tugas yang ia emban. “Ini jaminannya jabatan saya yang dipertaruhkan mas,” ujarnya, seraya berkelakar akan mundur jika tidak juara.

Tidak mudah bagi Faid di awal-awal dirinya menjabat Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Pariwisata. Berbagai macam komentar miring yang berdatangan tak membuatnya surut, mengembangkan pariwisata di Kota Keris.

Desa Wisata Keris Aengtongtong Beri Kado Nyata di Hari Jadi Sumenep Ke-753
Desa Wisata Keris Aengtongtong terima Piagam Penghargaan dari MURI atas rekor Desa Wisata dengan Mpu Keris Terbanyak. Foto/Faid.

Tetapi akhirnya hasil jua yang berbicara. Pencapaian Desa Wisata Keris Aengtongtong di ADWI dan juga MURI, menurut Faid adalah langkah awal, sebab ternyata ia telah mempersiapkan destinasi desa wisata lainnya di Sumenep yang akan diangkat.

“Beberapa bulan yang lalu saya sudah survey lokasi Desa Kampung Pasir Legung yang bisa diangkat dan dikembangkan lagi wisatanya,” kata Faid, yang kemudian menambahkan perlunya Disbudporapar menambah lagi mobilitasnya.

Apa yang disampaikan Faid diamini oleh eks pegawai Disbudporapar Sumenep, Rony yang mengatakan bahwasanya masih banyak desa lain yang mampu mengikuti langkah yang dicapai Desa Wisata Keris Aengtongtong.

“Sumenep memiliki beberapa potensi wisata yang tidak dimiliki oleh daerah lain, seperti Desa Kampung Pasir Legung yang pernah diliput TV Korea dan Malaysia,” terangnya melalui percakapan via WhatsApp, Minggu (30/10).

Setidaknya Disbudporapar bisa sedikit bernafas lega dengan apa yang diraih Desa Wisata Keris Aengtongtong, setelah sebelumnya kerap menuai kritik publik Kota Keris. Salah satunya logo Hari Jadi Sumenep yang design awalnya terkesan plagiat.