Scroll untuk baca artikel
Viral

Cinta Terlarang Pegawai RSUD Abuya

2172
×

Cinta Terlarang Pegawai RSUD Abuya

Sebarkan artikel ini
Cinta Terlarang Pegawai RSUD Abuya
Cinta Terlarang Pegawai RSUD Abuya diungkap oleh Verri Karaeng. Foto/ilustrasi.

SuaraMadura.id – Kabar mengejutkan di bulan suci Ramadhan datang dari RSUD Abuya yang terletak di Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura. Yakni isu perselingkuhan salah satu kepala ruangan dengan pegawai berstatus honorer.

Adalah akademisi dan juga aktivis sosial Kangean, Verri Karaeng yang mengungkap tentang adanya hubungan terlarang salah satu kepala ruangan RSUD Abuya dengan pegawai perempuan yang berstatus honorer.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Menurutnya, cinta terlarang antara pria asli Pamekasan yang merupakan kepala ruangan di RSUD Abuya dengan pegawai honorer perempuan kelahiran Kangean, mulai jadi bahan pergunjingan warga masyarakat setempat.

“Sebab, si kepala ruangan RSUD Abuya yang berstatus PNS atau pegawai negeri sipil diketahui telah memiliki pasangan resmi yang berdomisili di Pamekasan,” ujarnya. Jumat (14/4/23).

Verri Karaeng yang dikenal sebagai aktivis lintas mahzab itu menambahkan, perselingkuhan keduanya merupakan pelanggaran berat bagi si kepala ruangan yang notabene seorang PNS.

“Yang pasti sudah tegas dan jelas ya, dalam Undang-Undang dan peraturan yang ada.” kata pria yang kini berambut gondrong tersebut.

Ia menerangkan, aturan pelarangan selingkuh ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 1990 tentang tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil.

“Bahwa pelanggaran terhadap zina/perselingkuhan dan hidup bersama masuk dalam kategori pelanggaran atau hukuman disiplin berat,” tuturnya.

Kemudian, tambah Verri, dasar pemberian sanksi bagi PNS yang melanggar ketentuan PP 45 Tahun 1990 tersebut tertuang dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Peraturan Disiplin PNS.

Pria asli Kangean tersebut pun menerangkan jenis hukuman berat yang dapat diberikan kepada PNS yang berselingkuh berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021 yaitu:

1) Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan;

2) Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 (dua belas) bulan; dan

3) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Terakhir, Verri menegaskan akan mengawal kasus perselingkuhan yang dinilainya telah mencoreng nama baik RSUD Abuya di bulan suci yang penuh berkah ini hingga tuntas.

Sementara, sampai berita ini ditayangkan awak media masih berupaya menghubungi Kepala RSUD Abuya untuk meminta keterangan atas kabar perselingkuhan yang terjadi di antara pegawainya.