Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Camat Masalembu Akui Pemeliharaan Rumah Dinas Tidak Dianggarkan

432
×

Camat Masalembu Akui Pemeliharaan Rumah Dinas Tidak Dianggarkan

Sebarkan artikel ini
Camat Masalembu: Pemeliharaan Rumah Dinas Tidak Dianggarkan
Tampak depan rumah dinas Camat Masalembu yang tidak terawat. © Redaksi

SuaraMadura.id – Camat Masalembu Achmad Auzai Rahman mengaku tidak ada anggaran pemeliharaan rumah dinas kecamatan di wilayah paling timur Kepulauan Sumenep tersebut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Masalembu saat dikonfirmasi mengenai kondisi rumah dinas yang tak terawat melalui panggilan WhatsApp pada hari Sabtu (1/4/23) malam.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Setelah sebelumnya Achmad Auzai Rahman memberi tanggapan atas pemberitaan sebelumnya yang menyoroti terkait jarangnya Camat Masalembu berkantor.

Ia membenarkan jika dirinya tengah berada di daratan karena setelah musrembangcam harus kembali ke Sumenep untuk mengusulkan beberapa hal pada musrembangkab.

“Yang kedua, saya harus menyiapkan bagaimana Masalembu itu tidak terulang lagi kejadian kekurangan sembako pada saat cuaca buruk,” jelasnya.

Kemudian, Camat Masalembu menerangkan tentang beberapa bantuan yang didapatkan dari Kemensos, yang telah disampaikan di beberapa media, salah satunya lumbung sosial.

Camat Masalembu: Pemeliharaan Rumah Dinas Tidak Dianggarkan
Kondisi rumah dinas Camat Masalembu yang memprihatinkan. © Redaksi

“Untuk rumah dinas itu memang tidak ada pemeliharaan karena memang tidak dianggarkan,” jawab Camat Masalembu ketika ditanya mengenai kondisi rumah dinas kecamatan yang dalam kondisi memprihatinkan.

Anggaran pertahun Kecamatan Masalembu yang berada di angka 1, 8 miliar menurut Camat Masalembu habis tersedot untuk gaji dan tunjangan pegawai yang berjumlah 9 orang. “Itu termasuk gaji dan tunjangan mas. Kalau rutinnya 430 jt,” akunya.

Keterangan yang diberikan Camat Masalembu tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak menganggarkan anggaran untuk perawatan rumah dinas.

Seperti yang disampaikan aktivis sosial Sumenep dengan ciri khas rambut gondrongnya yakni Rasyid Nadien yang sempat berada di Masalembu selama dua bulan.

Rasyid menilai, tidak dianggarkannya pemeliharaan rumah dinas Camat Masalembu, secara tidak langsung menunjukkan jika memang tempat tersebut jarang ditempati.

“Logikanya kan kalau memang Camat Masalembu selalu berdinas kan pasti dianggarkan pemeliharaan rumah dinas. Masa iya orang betah berlama-lama mendiami tempat yang kondisinya tak terawat,” sindirnya.