Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Beredar Kabar Ada Manusia Setengah Dewa di Masalembu Sumenep

1210
×

Beredar Kabar Ada Manusia Setengah Dewa di Masalembu Sumenep

Sebarkan artikel ini
Beredar Kabar Ada Manusia Setengah Dewa di Masalembu Sumenep
Camat Masalembu yang dijuluki manusia setengah dewa. Foto/Istimewa.

SuaraMadura.id – Camat Masalembu dinilai sakti mandraguna. Hingga masyarakat setempat yang beberapa waktu lalu sempat dilanda krisis pangan, menjulukinya manusia setengah dewa.

Kepulauan Masalembu terletak di gugusan timur paling luar dari wilayah administratif Kabupaten Sumenep. Membuat radar pantauan pemerintah daerah terkadang hilang sinyal.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Termasuk dalam memonitor kinerja serta tingkat kehadiran sang camat sebagai kepala wilayah, termasuk dengan si Sekretaris Kecamatan Masalembu. Keduanya dikabarkan sering mangkir dinas.

Terakhir kali Camat dan Sekretaris Kecamatan Masalembu terlihat berdinas adalah sepekan pasca pendistribusian bantuan bahan pokok saat terjadi krisis pangan imbas cuaca buruk.

“Lepas 7 hari setelah distribusi bantuan, pak camat dan pak sekcam langsung balik ke darat lewat Surabaya dan belum kembali sampai sekarang,” ujar narasumber berinisial Mol. Rabu (29/3/23).

Herannya, kata narasumber yang merupakan warga setempat, meskipun Camat beserta Sekretaris Kecamatan Masalembu lebih sering berada di daratan Sumenep ketimbang dinas di pulau, selalu aman dari sanksi.

“Padahal sudah sering dikeluhkan masyarakat karena jarang hadir di Masalembu. Pemberitaan di media juga sudah seringkali tapi sepertinya aman-aman saja,” ungkap Mol.

Rasyid Nadien, aktivis Sumenep yang pernah tertahan di Masalembu selama dua bulan dan sempat merasakan kesulitan masyarakat sekitar saat kelangkaan bahan pangan terjadi membenarkan apa yang disampaikan Mol.

“Memang benar. Saya ini ada di Masalembu selama dua bulan, camat dan sekcam (Sekretaris Kecamatan, red) baru datang ke Masalembu berbarengan dengan kapal perang yang bawa bantuan dari provinsi, Polda dan Kodam,” terang Rasyid. Kamis (30/3/23).

Lebih lanjut Rasyid mengatakan bahwa warga masyarakat Masalembu memberikan julukan kepada Camat sebagai manusia setengah dewa saking hebatnya, jarang masuk tanpa sanksi.

“Kabarnya Camat Masalembu itu manusia setengah dewa, kuat. Bebas mau masuk kapan saja karena orangnya Darul (Anggota DPRD Kab. Sumenep, red) yang juga asli Masalembu,” ujarnya.

Nomor WhatsApp Camat Masalembu, yang dihubungi guna konfirmasi, tidak aktif. Sementara Sekcam yang menelepon balik setelah sebelumnya tak menjawab panggilan masuk pewarta menyatakan sedang berada di Sumenep.

“Ya saya ada di Sumenep, iya lewat Surabaya. Saya tiba di Sumenep minggu kemarin setelah pasca tuntasnya pendistribusian logistik bantuan yang dari Bu Gubernur kemarin,” kata Sekretaris Kecamatan Masalembu. Jumat (31/3/23).

Ia lalu membantah jika dirinya dan Camat Masalembu kerap tidak berdinas melainkan bergantian berkantornya. “Karena sifatnya memang banyak sekali kegiatan yang harus kita hadiri baik di kepulauan maupun di daratan,” tukasnya.

Kemudian, pria yang juga menjabat sebagai Pj (Penjabat) Kades Masakambing menyampaikan bahwa dirinya akan segera kembali ke Masalembu. “Saya dalam bulan puasa ini pasti ke Masalembu dan Masakambing juga,” janjinya.

Terakhir, ketika disinggung bebasnya camat dan dirinya karena merupakan orang dari salah satu Anggota DPRD Kab. Sumenep, ia menampik. “Gak lah saya bukan orangnya siapa-siapa. Saya orangnya bupati,” pungkas Sekretaris Kecamatan Masalembu.