Layanan Publik

Bekas Galian PJU Lingkar Utara Dibiarkan, Kabid Terkait Amnesia

213
×

Bekas Galian PJU Lingkar Utara Dibiarkan, Kabid Terkait Amnesia

Sebarkan artikel ini
Bekas Galian PJU Lingkar Utara Dibiarkan, Kabid Terkait Amnesia
Bekas galian PJU di Lingkar Utara, Sumenep, Madura, yang dibiarkan. © Redaksi.

SuaraMadura.id – Pengadaan dan Pemasangan Tiang Oktagonal Lengkap (Kabel,dll), yang berada dalam Satuan Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep pada September 2021 kemarin menyisakan persoalan.

Proyek tender untuk penerangan jalan umum (PJU) di Lingkar Utara itu diketahui dimenangkan oleh perusahaan yang beralamat di Gresik yakni, Pritindo Pratama dengan nilai kontrak Rp 566.789.498.

Klik Gambar Untuk Reservasi
Menu Paket Ikan Dorang

Namun sebagai pemenang berkontrak, pihak rekanan pengadaan tiang lampu yang masih menggunakan teknologi lama, yaitu sambungan listrik bukan solar cell. Dinilai hanya mengutamakan keuntungan semata.

Ferry Saputra, pemerhati kebijakan publik Sumenep menganggap bidang yang membawahi pekerjaan tersebut dapat dikatakan tak becus dan tidak bisa mengawasi hasil pekerjaan CV pelaksana dengan baik. Sebab, tanah bekas galian pondasi tiang PJU masih berserak hingga kini.

“Seharusnya Kabid yang terkait dapat meminta rekanan untuk membersihkan hasil pekerjaannya, gak nyaman banget dimata. Sudah hampir setahun bekas galian didiamkan, ini dapat dilihat sebagai indikator kinerja buruk,” ujarnya. Kamis (18/8).

Menurut Ferry, Bupati Sumenep harus peka terhadap kinerja anak buahnya dalam hal yang sepele seperti ini. “Kalau memang ‘Sumenep Melayani’ mau benar-benar dijalankan, bisa dimulai dari menempatkan orang-orang yang mau bekerja,” ketusnya.

Sementara Dadang Dedy Iskandar selaku Kabid Dinas Perhubungan yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut saat itu, seolah amnesia saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp. “Bukan saya dulu itu, saya baru ini pegang lampu (PJU, red),” dalihnya menyelamatkan diri. Kamis (18/8).

Dirinya pun mengaku lupa ketika ditanyakan kapan pekerjaan pemasangan tiang oktagonal PJU di Lingkar Utara itu. “Tahun berapa ya, tahun 2020, apa 2021. Lopae lah, benni’ saya polana (lupa sudah, bukan saya soalnya, red),” jawabnya.

Sesuai nomenklatur teranyar, Dinas Perhubungan kini menyatu di bawah Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan Sumenep. Kabid yang bertanggungjawab terhadap PJU juga tetap dijabat orang yang sama, yang berpura-pura lupa.

Terlepas dari itu, hendaknya bekas galian pondasi PJU yang nampak membuat kotor pemandangan itu dapat segera dibersihkan. Terutama orang-orang yang selama ini ternyata tidak bekerja dengan baik, harus pula disingkirkan.