Scroll untuk baca artikel
PeristiwaBerita

Batasi Jam Operasional Odong-odong, Kades Sapeken Dihadiahi Bogem Mentah

352
×

Batasi Jam Operasional Odong-odong, Kades Sapeken Dihadiahi Bogem Mentah

Sebarkan artikel ini
Batasi Jam Operasional Odong-odong, Kades Sapeken Dihadiahi Bogem Mentah
Foto ilustrasi: Batasi Jam Operasional Odong-odong, Kades Sapeken Dihadiahi Bogem Mentah. (BantenHits).

SUMENEP – Surat edaran Kades  Sapeken mengenai Perubahan Jam Akhir Pengoperasian Odong-odong Angkutan Umum membuat salah satu supir kalap dan memukul Kadesnya.

Berdasarkan hasil munyawarah antara para driver odong-odong bersama Pemerintah Desa Sapeken tanggal 26 Januari 2022 di Balai Desa Sapeken.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Pemerintah Desa Sapeken mengeluarkan surat edaran terkait batas jam akhir pengoperasian odong-odong, menyikapi waktu adzan Maghrib yang semakin maju.

Baca juga: DBS III Jadi Tumbal KMP Sanus 91, Kepala UPP Sapeken: Tambahan Armada Sudah Kami Upayakan

Oleh sebab itu Pemerintah Desa Sapeken menghimbau dan meminta kepada semua driver angkutan umum untuk memajukan jam akhir pengoperasian yang sebelumnya jam 17.00 menjadi jam 16.30.

Tentu saja apa yang dilakukan Pemerintah Desa Sapeken adalah demi kenyamanan segenap masyarakat menjelang waktu Maghrib tiba.

Batasi Jam Operasional Odong-odong, Kades Sapeken Dihadiahi Bogem Mentah
Surat himbauan Pemerintah Desa Sapeken, Sumenep, Madura, tentang pembatasan jam operasional odong-odong. © Redaksi.

Namun, dalam setiap kebijakan yang dilakukan pasti akan selalu ada pihak-pihak yang menolak dengan alasan yang terkadang tidak masuk di akal.

Begitu juga dengan edaran yang dikeluarkan Pemerintah Desa Sapeken tentang pembatasan jam operasional terakhir odong-odong.

“Semalam sejumlah 5 orang supir odong-odong mendatangi Balai Desa Sapeken sekitar jam 8 malam untuk menemui Pak Kades,” ujar Kepala Dusun Karang Kongo, Sahrul. Minggu (15/5).

Baca juga: Baru Saja Terpilih, Kades Sapeken Dipercaya Sebagai Ketua AKD

Para supir odong-odong yang menolak pembatasan jam operasional odong-odong itu, Sahrul menjelaskan, ditemui oleh Pak Kades di pendopo Balai Desa Sapeken, Sabtu (14/5) malam.