Scroll untuk baca artikel
Politik

Aneh, Komisioner KPU Sampang Larang PPK Hadir di Pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2024

1773
×

Aneh, Komisioner KPU Sampang Larang PPK Hadir di Pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Aneh, Komisioner KPU Sampang Larang PPK Hadir di Pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2024
Siti Aisyah, Komisioner KPU Sampang yang melarang PPK hadir pada pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2024.

SuaraMadura.id | Sampang – Salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU Sampang) tolak kehadiran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten secara sepihak.

Diketahui, KPU Sampang menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Pemilu tahun 2024 di Gor Indor Kabupaten Sampang, Madura.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, Siti Aisyah salah satu anggota Komisioner KPU Sampang mengintruksikan Ketua PPK untuk tidak mengikuti acara pembukaan Rekapitulasi pada hari Jum’at, 1 Maret 2024 melalui WhatsApp.

Padahal Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 4 anggota lainnya diundang dalam acara tersebut dan undangannya ditandatangani langsung oleh Ketua KPU Sampang, Addy Imansyah.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Pro Demokrasi, Osman Ali sangat menyayangkan sikap dan tindakan yang diambil oleh Siti Asiyah Komisioner KPU Sampang tersebut.

“Sebab, pesan yang dilontarkan via WhatsApp oleh Siti Asiyah komisioner KPU, terkait PPK tidak perlu hadir ke acara pembukaan, menjadi tanda tanya besar. Karena undangan resmi itu sudah diluncurkan dan itu jelas ditandatangani oleh ketua KPU,” imbuhnya.

Jadi, lanjut Osman Ali, kalau kemudian undangan atas nama ketua KPU dibatalkan oleh anggota komisioner KPU hanya dengan semacam menyampaikan pendapat atas nama pribadinya dinilai lucu.

“Yang benar yang mana ini, apa undangan resmi atas nama Ketua KPU atau Komisioner KPU yang mengeluarkan instruksi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mempertanyakan, kapasitas Siti Aisyah Anggota komisioner KPU dalam konteks undangan atas nama apa. “Kok tiba-tiba dia mengintruksikan PPK tidak perlu hadir ke acara pembukaan. Seolah-olah berperilaku dan bersikap lebih tinggi dari ketua KPU itu sendiri,” sindirnya.

“Kalau begini kan rancu dan kelihatan sekali kalau di internal KPU itu pada prinsipnya tidak solid dan ada konflik kepentingan antar sesama komisioner KPU,” bebernya.

Osman Ali sebagai bagian dari masyarakat pun sangat berharap Komisioner KPU Sampang tetap solid. “Karena di tubuh mereka demokrasi kita berada,” pungkasnya.

Terpisah, upaya konfirmasi Siti Aisyah Komisioner KPU Sampang terkait persoalan tersebut tidak direspon hingga berita ini ditayangkan.