Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

800 warga Pamekasan Dilaporkan Mengidap TBC

166
×

800 warga Pamekasan Dilaporkan Mengidap TBC

Sebarkan artikel ini
800 warga Pamekasan Mengidap TBC
Dinkes Pamekasan melaporkan 800 warga Pamekasan terserang tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2021. Ilustrasi/iStock Photo

PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, merilis laporan 800 warganya terserang penyakit tuberkulosis (TBC) selama kurun waktu 2021, dan 36 diantaranya meninggal dunia.

Mengutip Republika, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Hidayat mengatakan, dari 800 warga Pamekasan pengidap TBC terdapat 10 orang anak-anak.

Scroll Keatas Untuk Melanjutkan.
Hub Kami Untuk Kerjasama .

“Dari 800 warga Pamekasan yang terserang tuberkulosis, 10 diantaranya merupakan anak-anak,” ujar Hidayat di Pamekasan, Jumat (25/3).

Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Hidayat, terjadi peningkatan jumlah penderita TBC. Pada 2020 warga Pamekasan yang terkena tuberkulosis sebanyak 754 orang, 13 diantaranya anak-anak, dengan jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 59 orang.

“Dari sisi jumlah bertambah, tetapi angka kematian pasien berkurang,” jelas dia.

Mulai Januari hingga 24 Maret 2022, ditemukan 158 kasus TBC, dua di antaranya adalah anak-anak.

Menurut Hidayat, penyebab kematian pasien TBC di Pamekasan umumnya karena terlambat ditangani. “Ada juga karena tidak rutin minum obat dan komplikasi,” ucap dia.

Ia menerangkan gejala yang bisa dikenali bagi warga yang terserang TBC, di antaranya batuk secara terus menerus antara dua hingga tiga minggu dan kadang mengalami batuk berdarah. “Dada terasa nyeri dan mengalami sesak nafas,” terang dia.

Khusus untuk program pengobatan TBC, Hidayat menjelaskan, pemerintah telah menyediakan obat secara gratis hingga yang bersangkutan sembuh. Namun, yang menjadi kendala, pasien tidak rutin minum obat sesuai dengan petunjuk dokter.

“Proses pengobatan TBC ini membutuhkan waktu lama, yakni sekitar enam bulan dan selama proses itu si pasien harus rutin meminum obat, tidak boleh berhenti,” kata dia.

Jumlah penderita TBC di Jatim pada 2021 tercatat 43.268 jiwa, dan tercatat sebagai provinsi tertinggi ketiga secara nasional di bawah Jateng sebanyak 44.203 jiwa dan Jabar 93.626 jiwa.

“Kalau dari sisi keberhasilan pengobatan, Jatim tergolong tinggi, yakni 89,12 persen dari target 90 persen. Tapi, untuk Pamekasan dan Madura umumnya masih membutuhkan ketelatenan, karena yang menjadi kendala pasien tidak rutin minum obat,” pungkasnya.

Meskipun jumlah kasus TBC di Pamekasan sejumlah 800 penderita, namun tergolong paling sedikit dibanding tiga kabupaten lain di Pulau Madura, yakni Sumenep, Sampang, dan Bangkalan.

Berdasarkan rilis pemkab setempat, jumlah warga yang menderita TBC di Kabupaten Sumenep sebanyak 1.824 kasus, Sampang 1.612 kasus dan Bangkalan tercatat 1.250 kasus.

Akal-akalan Dinkes Sumenep
Kesehatan

SuaraMadura.id – Dinkes Sumenep dinilai melakukan akal-akalan untuk asisten apoteker Puskesmas Gayam yang baru tiga tahun jadi PNS agar bisa…